in

Sektor Pertanian Diyakini Mampu Tumbuh Positif Pada 2021

Foto ilustrasi: Seorang petani yang sedang mengolah padi setelah selesai dipanen.

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abu Nafi mengatakan sektor pertanian tidak sepenuhnya terpuruk pada masa pandemi Covid-19. Sebab, sektor pertanian sangat dibutuhkan.

“Sektor pertanian justru tidak banyak tersentuh pandemi, jadi saya amati ini, sawah-sawah kondisinya bagus-bagus, masih subur-subur semua,” kata Abu kepada halosemarang.id, Jumat (19/2/2021).

Abu menambahkan, stok pangan masih bisa mencukupi hingga akhir tahun 2021. Dengan yakin, lanjut Abu, target pangan selama setahun ke depan tidak akan ada masalah.

“Untuk target pangan saya kira cukup, tidak ada masalah hingga akhir tahun nanti,” imbuhnya.

Tahun 2021 sektor pertanian akan tetap mampu bertumbuh positif seperti tahun 2020.

Menurutnya upaya mencapai target ketersediaan pangan pada tahun ini, dukungan terhadap sektor pertanian sangat dibutuhkan. Hal ini termasuk dari pemerintah kepada petani.

Namun demikian, kebutuhan pokok petani seperti ketersediaan pupuk masih ada yang terhambat.

Petani mengalami masalah saat ingin membeli pupuk. Dengan timbulnya masalah tersebut, pemerintah segera berbenah melakukan perbaikan.

Ketersediaan pupuk yang terjamin menjadi faktor keberhasilan target produksi saat petani panen. Ini menjadi jaminan terhadap target pangan pada tahun 2021 aman.

“Ketersediaan pupuk memang sebelumnya mengalami hambatan. Namun pada akhir-akhir ini dibuktikan dengan tidak terlalu banyak pertanyaan dari masyarakat, kelihatannya sudah mulai tercukupi,” ungkap Abu.

Meski demikian, ketersediaan pupuk masih menjadi sorotan. Pihaknya akan terus mengamati dari tersedianya pupuk sampai diterima masyarakat dengan rata.

Abu mengungkapkan, Komisi B DPRD Jateng telah menggelar rapat bersama Dinas Pertanian Jateng. Saat rapat pihaknya mengusulkan penambahan anggaran untuk subsidi pupuk.

“Kami pada saat rapat dengan Dinas Pertanian Jawa Tengah mencantumkan tambahan anggaran untuk subsidi pupuk ini,” terang Abu.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) pertanian pada kuartal IV 2020 tumbuh sebesar 2,59 persen secara year on year (yoy).

Berdasarkan sektornya hanya pertanian yang tumbuh positif di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid 19.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto pada laman pertanian.go.id (5/2/2021).

Menurut Suhariyanto, peningkatan sektor pertanian dipicu oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah komoditas tanaman pangan yang mengalami pertumbuhan sebesar 10,47 persen.

Ini terjadi lantaran adanya peningkatan luas panen dan produksi padi, jagung, ubi kayu serta cuaca yang mendukung.

Terlebih, berdasarkan lapangan usaha 2020 sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,75 persen.

Bahkan hanya lapangan usaha pertanian saja yang tumbuh positif dibanding lainnya.(HS)

Share This

Atasi Banjir, Perlu Penyempurnaan Tanggul di Pekalongan

Dinsos Semarang: Ibu Hamil Dapat Bantuan PKH