Sekolah Tatap Muka Harus Penuhi Sarpras Prokes Hingga Berkolaborasi Fasyankes Terdekat

Foto : Pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Dalam proses pembelajaran tatap muka (PTM), sekolah harus memenuhi sejumlah syarat, seperti yang ditentukan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, terkait PTM. Pemenuhan syarat tersebut penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Drs Soeroso MPd, seperti dirilis Pekalongankota.go.id. Menurut dia, salah satu hal penting dalam penerapan PTM, adalah pihak sekolah harus terus berkolaborasi dengan pusat pelayanan kesehatan terdekat, khususnya puskesmas.

“Sekolah yang melaksanakan uji coba PTM, harus berkolaborasi dengan pusat layanan kesehatan terdekat. Kami tidak akan membuka sekolah uji coba, jika tidak ada sokongan dari fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas di wilayah sekolah itu berada. Sehingga begitu ada temuan kasus Covid-19 di sekolah tersebut, puskesmas sudah terhubung dan membantu menyiapkan penangannya sejak dini,” tegas Soeroso.

- Advertisement -

Soeroso menilai, uji coba PTM di sekolah-sekolah percontohan di Kota Pekalongan,  5 April 2021 hingga 16 April 2021, sudah berjalan dengan baik.

Pada uji coba PTM tahap pertama tersebut, ada sejumlah sekolah di Kota Pekalongan yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai pilot project, yaitu SMA Negeri 1 Kota Pekalongan, SMK Negeri 2 Pekalongan, MAN 1 Pekalongan, dan SMP Negeri 3 Pekalongan.

Selanjutnya, setelah uji coba PTM berakhir, evaluasi uji coba PTM tersebut akan dilakukan selama satu minggu.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama pelaksanaan uji coba PTM ini. Sudah bisa dilihat sendiri, sekolah sudah sedemikan baik menyiapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata dia.

Untuk selanjutnya, akan dilakukan evaluasi PTM selama satu minggu. Jika semua berjalan baik, maka PTM akan diperluas. Sekolah-sekolah yang sudah melakukan simulasi minggu ini, akan diikut sertakan dalam uji coba PTM tahap berikutnya.

“Dari data kami, sudah ada sekitar 15 sekolah menengah tingkat pertama  sederajat untuk pelaksanaan uji coba PTM berikutnya. Ini sembari menunggu alokasi vaksin dari Dinkes, untuk seluruh guru SMP. Untuk sementara, guru-guru yang sudah divaksin baru di tingkat TK, PAUD, SMP dan SMA yang sudah masuk dalam uji coba PTM,” tandasnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.