in

Sekian Lama Tak Rasakan Daging Sapi, Warga Dusun Jengkol Akhirnya Dapat Bantuan Kurban

Proses pemotongan hewan kurban di Dukuh Jengkol, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kendal.

 

HALO KENDAL – Rasa bahagia dirasakan 170 keluarga, warga Dusun Jengkol, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan. Pasalnya pada momen Idul Adha 1442 H, warga desa yang terpencil ini, bisa berkurban sapi.

Tokoh masyarakat Dusun Jengkol, Khoirul Umam (43) mengatakan, kondisi ekonomi warga Dukuh Jengkol dengan jumlah penduduk 500-an jiwa, masih jauh dari sejahtera.

Menurutnya, ini dipengaruhi letak geografis dusun di pinggiran Kabupaten Kendal yang berbatasan dengan Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung.

“Masyarakat kami hanya mengandalkan penghasilan dari bertani dan berkebun setiap harinya. Sedangkan jarak tempuh menuju Kota Kendal atau Kota Semarang terlampau jauh untuk dijangkau,” ungkapnya kepada halosemarang.id, Kamis (22/7/2021).

Kondisi terpencil dengan rata-rata penghasilan masyarakat pas-pasan membuat warga hidup sederhana.

“Termasuk dalam memeriahkan Hari Raya Idul Adha hanya dengan berkurban 4 ekor domba saja,” ujar Khoirul.

Menurutnya, warga di dusunnya belum pernah kurban sapi. Paling hanya domba kecil-kecil gak lebih dari 5 ekor dibagikan ke semua warga.

“Kalau untuk merasakan daging sapi saja, belum tentu sekali setahun. Bahkan sejak pandemi ini, sekali dalam dua tahun,” terang Khoirul.

Dirinya mencatat, setidaknya masyarakat Jengkol baru empat kali bisa merasakan kurban sapi. Semua itu terjadi dalam beberapa tahun lalu, melalui bantuan dari pihak-pihak tertentu.

“Pada pandemi 2020 lalu, warga Dusun Jengkol kembali gigit jari karena tak ada donatur hewan kurban. Mereka pun hanya bisa mengandalkan domba yang ada untuk dibagikan merata ke semua penduduk,” imbuh Khoirul.

Ia mengaku bersyukur karena pada 2021 ini, 500 penduduk Dusun Jengkol kembali bisa merasakan daging sapi.

Hal ini karena mendapatkan bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Lembaga Amil Zakat Nasional DT Peduli.

Ditegaskan, ekonomi di dukuhnya masih proses berkembang. Dirinya sangat senang karena ada lagi sumbangan sapi di momen kurban kali ini.

“Karena masyarakat kami sangat jarang makan daging sapi. Kami berharap program ini bisa terus menjangkau masyarakat di daerah-daerah tertinggal, termasuk bantuan untuk mengembangkan usaha warganya,” harapnya.

Sementara itu, PJ penyaluran hewan kurban BPKH DT Peduli, Jadi Supriyo mengatakan, tahun ini DT Peduli Jateng bersama BPKH hanya menyalurkan hewan kurban di dua daerah.

“Satu tempat di Dusun Jengkol, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Dan satu hewan kurban disalurkan di Kabupaten Rembang,” terangnya.

Jadi menjelaskan, penyaluran hewan kurban ini merupakan program kemaslahatan yang menjangkau masyarakat pelosok atau pinggiran daerah, terutama dengan kondisi ekonomi yang tertinggal.

“Khusus di Kabupaten Kendal ini, lanjutnya, hewan kurban yang disalurkan berupa sapi dengan berat 6 kuintal atau lebih dari setengah ton,” jelasnya.

Jadi berharap, bantuan ini bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan setelah terdampak pandemi Covid-19.

“Kita tentukan daerah pelosok karena di dalamnya masyarakat membutuhkan. Jadi kebermanfaatan program benar-benar sampai. Karena kita menyasar masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang minim,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan sapi kurban, BPKH dan DT Peduli juga memberikan perlengkapan protokol kesehatan dan besek sebagai tempat daging kurban.

Hal ini menurut Jadi, dilakukan dengan harapan, agar masyarakat juga teredukasi agar tetap menjaga lingkungan dan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua warga yang telah membantu kami. Semoga ini bisa berlanjut terus untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya di pelosok desa,” pungkasnya.(HS)

Share This

Satpol PP Kota Semarang Bagikan Bansos Untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Kades-Kades Cilacap Wadul Ganjar, Sulit Ajak Warga Taati Prokes