in

Sekda Kota Semarang: Pelaksanaan Tes SKD CASN Berjalan Lancar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin meninjau pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Pemerintah Kota Semarang di Universitas Negeri Semarang, Minggu (19/9/2021).

 

HALO SEMARANG – Pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Aparatur Sipil negara (CASN) formasi Pemerintah Kota Semarang ditinjau langsung Sekda Kota Semarang, sekaligus selaku Ketua Tim Pelaksana Panitia Seleksi Pengadaan CASN Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Tes SKD perdana itu, dimulai Minggu (19/9/2021) berlangsung di Universitas Negeri Semarang. Sebelum sesi pertama dimulai, Iswar memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mereka semangat mengikuti seleksi, sekaligus bisa diterima menjadi bagian Pemerintah Kota Semarang. Dia juga meminta peserta yang lolos nanti bisa menjadi pegawai yang inovatif dan kreatif.

Terkait pelaksanaan SKD perdana ini, menurutnya, sudah berjalan lancar sesuai rencana. Peserta masuk dari lokasi Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang. Peserta harus melewati beberapa tahapan, antara lain scan barcode Peduli Lindungi, cek suhu tubuh, cek identitas diri, peletakan barang di loker masing-masing, pengambilan pin, pengarahan dari pantia, hingga pelaksanaan tes.

“Pelaksanaan SKD pertama ini Alhamdulillah berjalan lancar. Protokol kesehatan memenuhi. Tidak ada hambatan yang berarti,” terang Iswar.

Dia menyampaikan, pada SKD CASN sebelumnya sempat mengalami trouble sistem. Dia berharap, SKD CASN Kota Semarang tidak ada persoalan hingga 6 Oktober 2021 mendatang.

“Mudah-mudahan tidak ada persoalan. Kami tidak bisa mengawal sampai ke dalam karena sudah ada petugas khusus dari BKN,” jelasnya.

Tes SKD CASN Kota Semarang, sambungnya, dilaksanakan tiga sesi dalam sehari. Setiap sesi ada 400 peserta, sehingga total peserta yang mengikuti tes sebanyak 1.200 orang per hari. Pada sesi pertama hari pertama, dia mengungkapkan tidak ada peserta yang ditemukan positif ataupun yang bergejala mengarah Covid-19.

“Khusus ibu hamil kami berikan ruang khusus, tidak menjadi satu dengan peserta lainnya,” tambahnya.

Terkait dengan syarat swab atau antigen, dia memperbolehkan dari fasilitas kesehatan manapun. Artinya, tidak harus melakukan tes deteksi Covid-19 di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Dari swasta boleh, semua sama saja. Mereka boleh tes di laboratorium yang menyiapkan tes,” terangnya.

Salah -satu peserta, Amalia mengaku, ini merupakan pengalaman pertama mendaftar CASN. Dia mengambil formasi administrasi kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Meski sedang hamil tiga bulan, dia semangat menjalani setiap tahapan.

Alhamdulillah, sangat teratur dan tertib. Yang hamil didahulukan. Kebetulan saya sedang hamil tiga bulan,” pungkas Amalia.(HS)

Share This

Kendal Zona Putih, RSUD Tinggal 2 Pasien Covid-19

Polda Jateng Gelar Apel Operasi Patuh Candi, Ini Yang Disampaikan Kapolda