in

Sekda Kendal: Jika Rumah Sakit Penuh, Kita Bangun Bedeng Kemah

Papan peringatan layanan RSUD dr Soewondo Kendal.

 

HALO KENDAL – Banyaknya tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal yang terpapar Covid-19, mengakibatkan kamar untuk penderita Covid-19 penuh. Pihak RSUD pun mengeluarkan kebijakan untuk membatasi layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal sudah menyiapkan solusi, yakni dengan memanggil dokter-dokter yang ada di puskesmas untuk menggantikan tenaga medis yang terpapar.

“Pemkab akan mengaktifkan tenaga perawat dari Calon Pegawai Negeri Sipil yang lolos pada seleksi CPNS formasi 2019 Kabupaten Kendal kemarin, untuk mulai bertugas di RSUD,” kata Toha, Sabtu (9/1/2021).

Selain itu muncul juga wacana pembuatan bedeng kemah untuk menampung dan sekaligus merawat pasien Covid-19.

“Jika kamar untuk penderita Covid-19 penuh, tetapi tenaga medisnya banyak yang terkena Covid-19, kami akan tempuh cara dengan memperbantukan dokter-dokter dari puskesmas. Bahkan CPNS yang mestinya belum menerima SK pun kami panggil langsung untuk mulai bertugas. RSU siap memberikan kompensasi,” terang Toha.

Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari rumah sakit, setidaknya lebih dari 20 perawat yang tepapar. Untuk dokter yang terpapar, Toha mengaku belum mendapatkan informasi jumlahnya secara keseluruhan dari pihak rumah sakit.

“Yang jelas perawat lebih dari 20, dan laporan untuk dokternya ada dua. Mungkin jelasnya bisa ditanyakan langsung ke direktur rumah sakit. Kalau persoalan dana dan alat tidak masalah. Tapi ini tenaganya itu yang kerepotan,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Moh Toha, dalam memberikan pelayanan terhadap penderita Covid-19 di rumah sakit umum tersebut, tugas dokter hanya visitasi saja.

Akan tetapi yang merawat secara teknisnya kebanyakan oleh perawat.
“Soal kamar perawatan yang penuh, pihak rumah sakit menjelaskan sudah melakukan penambahan sebanyak 60 kamar isolasi untuk penderita Covid-19,” imbuh Toha.

Dirinya berharap, nantinya tidak lagi ada penambahan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Sehingga tidak akan terjadi kamar penuh dan akhirnya perawatan terpaksa dilakukan di bedeng kemah yang dibuat rumah sakit.

“Semoga tidak ada penambahan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, yang membuat kamar perawatan jadi penuh. Pihak rumah sakit sendiri sudah punya wacana membuat bedeng kemah untuk menampung pasien Covid-19.

Sebab rumah sakit di daerah lain sudah melakukan itu. Bedeng kemah sebagai antisipasi jika kamar perawatan penuh,” harapnya.

Toha menjelaskan, untuk mencukupi kebutuhan tenaga medis dari kalangan dokter untuk menggantikan sementara yang terpapar Covid-19, pihak rumah sakit  meminta bantuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal untuk bisa membantu mengambilkan dokter-dokter yang ada di puskesmas.

Sementara untuk perawatnya, saat itu sempat ada ada dua konsep. Salah satunya dengan meminta bantuan akademisi keperawatan yang ada di Kendal yang akan lulus supaya diminta sebagai volunter. Namun langkah itu tidak jadi dilakukan.

“Tadinya memang mau minta bantuan akademisi, tapi itu agak menghawatirkan. Akan tetapi kami sudah memproses CPNS tenaga perawat, yang lolos seleksi kemarin. Mereka secepatnya kami panggil, meski belum dapat SK, rumah sakit sanggup memberikan kompensasi,” jelasnya.

Terpisah, Direktur RSUD dr Soewondo, dr Haris Tiyanto membenarkan banyaknya tenaga tenaga medis yang terpapar Covid-19. Menurutnya pihak RSUD tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Pelayanan di ruang IGD terganggu karena ruang penanganan dan tenaga medis yang membidangi banyak yang terpapar corona. Namun pelayanan pasien tetap kami lakukan dengan baik. Kekurangan tenaga kesehatan di IGD ada tambahan tenaga perawat baru yang akan dipanggil duluan,” jelasnya.

Perihal ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19, Haris menegaskan jumlah kapasitas ruang isolasi yang ada saat ini masih bisa menampung pasien. Akan tetapi, jumlahnya mendekati batas ruang yang telah disediakan.

“Kamar isolasi kapasitasnya masih bisa menampung pasien. Namun memang mendekati penuh,” tandas dr Haris.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, Dinkes Kabupaten Kendal sudah mengirimkan sebanyak 20 perawat dan delapan dokter ke rumah sakit umum tersebut.

“Dokter dan perawat sudah kami kirimkan ke RSUD. Jadi tidak ada masalah, dan pelayanan untuk pasien Covid-19 tidak akan terkendala. Untuk kamar pasien Covid-19 penuh itu tidak lah. Kan ruang isolasi tak hanya ada di RSUD saja, di rumah sakit lainnya juga ada,” tukas Ferinando.(HS)

Share This

Selama Perjalanan Setiap Orang Dilarang Ngrobrol dan Makan

Pesawat Rute Jakarta Pontianak Dikabarkan Hilang Kontak