in

Sekda Kendal: Desa Bisa Gunakan 8% Dana ADD Untuk Penanganan Covid-19

Penyaluran bantuan CSR oleh PT KIK untuk warga yang terpapar Covid-19 melalui Pemkab Kendal.

 

HALO KENDAL – Masih tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal, membuat beberapa perusahan di Kendal turut memberikan bantuan berupa keperluan kebutuhan pokok bagi warga.

Kamis (24/6/2021), Pemkab Kendal menerima bantuan dari PT Kawasan Indusri Kendal (KIK) yang memberikan logistik bagi warga terdampak Covid-19.

Bantuan diterima langsung oleh Sekda Kendal, M Toha.
Head of Division Township PT KIK, Jhon F Tehupuring mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian PT KIK akan kondisi masyarakat di tengah pandemi.

Terutama kepada warga yang terpapar Covid-19, khususnya yang sedang melakukan isolasi terpusat maupun isolasi mandiri.

“Apa yang bisa kami berikan ini semoga bisa ikut membantu. Ini murni semua dari kepedulian kami PT KIK yang terkumpul dari donasi semua karyawan,” jelasnya.

Adapun bantuan yang diserahkan berupa beras 2.500 kilogram, mi instan 120 dus, telur 200 kilogram, minyak goreng 120 botol, gula 240 kilogram, teh 240 pack, kopi 240 sachet dan masker 3.000 pcs.

Sementara itu, Sekda Kendal, Moh Toha mengungkapkan, atas nama pemerintah daerah dirinya mengucapkan terima kasih kapada pihak PT KIK yang telah ikut memberikan sumbangsihnya dalam upaya penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19.

“Ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta, dalam upaya penanggulangan warga yang terdampak Covid-19. Terima kasih KIK,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sekda juga menyampaikan, sesuai dengan arahan Bupati Kendal agar setiap desa dapat melakukan isolasi mandiri terpusat.

“Tujuannya adalah untuk memisahkan antara warga yang positif, agar tidak bercampur dengan warga yang negatif. Supaya penyembuhan semakin cepat dan terkoordinir. Kita pun nanti akan memberikan bantuan berupa kemasan sembako,” kata Toha.

Sekda menegaskan, pihak desa juga diminta akif dalam menjaga warganya, terutama yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kami sampaikan, desa dapat menggunakan setidaknya delapan persen dari dana anggaran dana desa, guna membantu warganya yang dalam penanganan Covid-19,” pungkas Toha.(HS)

Share This

Bandara Blora akan Dinamai Abdurrahman Wahid

Pria Ini Ditangkap Karena Melakukan Upaya Penyelundupan Narkoba Ke Lapas