in

Sekda Jepara Tegaskan Ketaatan pada UU Jadi Kunci Keamanan Karir ASN Hadapi Pemilu

Rapat koordinasi (rakor) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara dengan perangkat daerah. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, mewanti-wanti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya, agar tetap mematuhi semua undang-undang dan peraturan, terkait pemilu dan kepegawaian.

Kepatuhan mereka terhadap UU dan peraturan ini, menjadi “kunci keamanan” karir mereka sebagai ASN.

Peringatan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, saat menyampaikan materi dalam rapat koordinasi (rakor) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara, dengan perangkat daerah.

Kegiatan yang bertujuan mewujudkan netralitas ASN itu, berlangsung Kamis (25/5/2023) siang di Restoran Maribu, di Jepara.

“Netralitas ASN itu memang sulit. Aturan mengatakan harus netral. Tapi dia bisa berada di posisi serbasalah. Netral salah, apalagi kalau tidak netral. Karena nyatanya kita punya hak pilih yang harus digunakan,” kata Edy Sujatmiko, seperti dirilis jeparakab.go.id.

Dia mencontohkan ASN yang menolak saat diminta mendukung salah satu kontestan pemilihan kepala daerah.

Jika tegas menolak dengan alasan harus netral, bisa saja dia akan berada di posisi salah saat kelak kontestan tersebut ternyata terpilih, lalu masih membawa dendam.

“Karir ASN bisa dibeginikan,” kata Edy Sujatmiko, sambil menunjukkan bahasa isyarat mematikan daya perangkat elektronik.

“Sebaliknya, kalau mendukung ternyata yang didukung kalah, giliran yang lain akan menempatkan ASN dalam posisi salah,” tambahnya.

Oleh karena itu, yang harus dipegang adalah kepatuhan pada undang-undang. ASN dia sebut harus cerdas merespon saat diajak berbicara, tanpa harus menunjukkan dukungan pada kubu mana pun.

“Dukungan hanya diberikan di dalam bilik suara tanpa memberi tahu siapa pun yang didukung. Apalagi kalau sampai mengajak dukung-mendukung. Itu jelas melanggar,” katanya.

Ketaatan itu pun harus dijaga terkait dengan loyalitas kepada pimpinan. Menurutnya, loyalitas seorang ASN kepada pimpinan, harus sesuai dengan kewenangan yang dipimpin tersebut, bukan pada personelnya.

“Kalau pimpinan memberi instruksi yang melanggar ketentuan, itu di luar kewenangannya. Harus ditolak sesuai ketentuan undang-undang,” tambahnya.

Karena itu, pimpinan tidak akan bisa memberhentikan, karena tidak ada aturan yang dilanggar.

“Maka loyalitas itu yang utama pada Allah Swt. agar kerja kita berkah. Loyaltas pada pimpinan sebatas kewenangan. Dan integritas sebagai ASN, itu harga mati,” tandas Edy Sujatmiko.

Selain Edy Sujatmiko, pemateri lain dalam kegiatan tersebut adalah Dekan Fakultas Syariah IAIN Kudus, Prof Dr Amy Ismayawati SH dan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jepara Rifqi Abdillah Baswara. Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara, Sujiantoko saat membuka acara, mengatakan  ASN merupakan pelayan publik dan pengayom masyarakat.

Karena itu mereka harus menjaga marwah, agar tidak terpengaruh pada kepentingan perorangan atau kelompok tertentu dalam kontestasi politik.

Menurutnya kewenangan ASN sangat rentan dipengaruhi oleh calon peserta Pemilu. “Sebagai pelayan masyarakat, netraliatas ASN dalam Pemilu maupun Pilkada harus dijaga,” katanya.

Sujiantoko menegaskan, netraliatas ASN di Kabupaten Jepara menempati urutan kedua setelah money (moneypolitic).

Sehingga tujuan kegiatan ini merupakan langkah pencegahan awal, untuk memberikan pemahaman, sosialisasi, agar ASN berhati-hati dalam Pemilu. (HS-08)

Juli, Seluruh Venue Porprov Jateng di Jepara Siap

Kembali Pimpin Jepara, Pj Bupati Syukuran Bersama Anak Yatim