Sejumlah Wilayah Diminta Waspadai Bahaya Cuaca Ekstrem

Kondisi kerusakan beberapa rumah akibat diterjang angin kencang di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Kamis (15/4) (Foto : BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau semua pihak untuk tetap mewaspadai bahaya cuaca ekstrem.

Dengan mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang dan tanah longsor, Minggu (18/4) masih bisa terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dr Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, seperti dirilis BNPB.go.id, menyampaikan beberapa wilayah yang diperkirakan akan mengalami cuaca ekstrem meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

- Advertisement -

Selain itu juga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Melihat dari adanya informasi perkembangan prakiraan cuaca tersebut, BNPB berharap pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan yang dianggap perlu.

Upaya tersebut antara lain meningkatkan kesiapsiagaan, berkoordinasi dengan forkopimda dan lintas instansi terkait, mempersiapkan sarana dan prasarana penanganan darurat, memberikan informasi kepada masyarakat, serta melakukan upaya penyelamatan terpadu dalam tanggap darurat bencana.

Bayi Jadi Korban

Sebelumnya, Kamis (15/4) seorang bayi perempuan berusia empat bulan menjadi korban bencana angin kencang di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Selain dia, dua orang mengalami luka-luka dan 18 keluarga terdampak. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, bencana tersebut juga mengakibatkab 9 rumah rusak ringan, 9 rumah rusak berat, 1 posyandu rusak ringan, kantor Desa Sangkar rusak ringan, dan 10 tiang listrik tumbang.

BPBD Kabupaten Indragiri Hilir telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu membersihkan puing rumah yang rusak dan melakukan evakuasi serta mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban terdampak. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.