in

Sejumlah Taman di Kota Semarang Makin Kece yang Cocok untuk Ngabuburit

Sejumlah Taman di Kota Semarang Makin Kece yang Cocok untuk Ngabuburit

SUASANA di bulan Ramadan, masyarakat tentunya mencari lokasi yang asyik untuk nongkrong atau ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya, yakni bersantai bersama keluarga atau teman secara gratis di lapangan terbuka atau ruang publik seperti taman kota dan hutan kota, serta lapangan atau alun-alun.

Di Kota Semarang sendiri, catatan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) total ada sekitar 89 taman aktif. Termasuk di antaranya Taman Indonesia Kaya (TIK), Taman Signature Pierre Tendean, Taman MT Haryono, Lapangan Pancasila Simpanglima dan Alun- alun Masjid Agung.

  1. Lapangan Pancasila Taman Simpanglima, sampai saat ini taman yang berada di pusat kota ini menjadi landmark wisata Kota Semarang. Apalagi, taman ini kini telah ditingkatkan berupa penambahan sejumlah fasilitas untuk sarana olahraga, misalnya lapangan basket, jogging track, lapangan voli dan tulisan landmark Lapangan Pancasila yang dalam waktu dekat akan diresmikan. Di trotoar taman ini, tiap malam Sabtu dan Minggu juga ramai oleh pengunjung yang bersantai dan mencoba sepeda hias yang disewakan untuk wisatawan.
  1. Taman Indonesia Kaya (TIK), taman ini dibangun oleh pihak swasta dan menjadi tempat favorit masyarakat terutama untuk menggelar even musik, acara kesenian rakyat serta untuk refreshing melepas penat. Setiap harinya, terlihat beberapa pengunjung yang sekadar nongkrong maupun para pelajar belatih tari, dan senam.
  1. Taman Signature Pierre Tendean, taman aktif yang mengusung konsep smart park. Taman yang dilengkapi dengan patung pahlawan Revolusi Pierre Tendean ini diharapkan bisa menambah estetika kota. Seperti yang diharapkan oleh Sekretaris Dorektorat Jenderal Kekayaan Negara, Dedy Syarif Usman yang hadir saat peresmian pada 2021 lalu mewakili Menteri Keuangan. Juga akan menambah nilai fungsi ekologis dan fungsi sosial. Tak hanya itu, taman yang berada dekat dengan Paragon Mal ini bisa meminimalisir polusi udara, serta menjadi daya tarik sendiri bagi Kota Semarang. Untuk ruang bermain, tempat rekreasi serta tempat berolahraga agar menjadikan budaya sehat bagi masyarakat. Selain itu, saat ini di taman tersebut juga sudah dilengkapi fasilitas videotron 3 D, tentunya akan membuat taman ini makin banyak dikunjungi masyarakat.
  1. Alun-alun Masjid Agung Semarang, setelah rampung pengerjaannya dan diresmikan langsun oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2022, kawasan Johar dan Alun-alun Masjid Agung Semarang sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Untuk kegiatan warga seperti tempat rekreasi dan aktivitas publik lainnya. Pemerintah Kota Semarang membangun alun-alun ini untuk mengembalikan wajah seperti Semarang Lama atau tempo dulu. Mengingat dari sejarahnya, alun-auon Semarang pertama kali berada di kawasan PasarJohar, menurut ahli sejarah alun- alun dulunya dibuat dari kebutuhan masyarakat untuk tetenger atau ikon sebagai pusat pemerintahan, pada saat itu. Dan sudah ada pada abad 16 atau awal abad 17, dengan keberadaan pendopo. Lalu, setelah abad ke 18-19 barulah di timur alun-alun tersebut dibangun Masjid Besar Kauman di Jalan Kauman. Yang mana masjid tersebut kini menjadi jujugan masyarakat untuk menuntut ilmu agama, dan selalu ramai setiap bulan Ramadan seperti sekarang ini.
  1. Taman MT Haryono, satu lagi taman yang bisa untuk dijadikan lokasi untuk nongkrong dan sekaligus menikmati spot -spot menarik berupa lukisan mural dan gazebo seperti seolah berada di “Negeri Tirai Bambu”. Sengaja taman ini dikonsep dengan nuansa Chinese, ada tanaman hias bambu, warna dominan merah dan kuning serta hiasan lampu yang bagus. Cocok untuk tempat berswafoto, apalagi taman ini tak jauh dari Museum Kota Lama Semarang, juga menjadi ikon wisata di Kota Semarang.
  1. Taman Srigunting yang terletak di Kawasan Kota Lama menjadikan taman yang mempunyai nuansa Belanda, memiliki kisah sejarah peninggalan zama kolonial. Dahulu, Taman Srigunting merupakan bagian Paradeplein (lapangan parade) untuk kegiatan militer di zaman kolonial Belanda. Pada sekitar tahun 1970 taman ini mulai dibangun, namun hanya sebatas taman pasif. Kemudian pada tahun 2001 dan 2004 dilakukan renovasi yang menjadikannya taman aktif seperti sekarang. Taman ini termasuk jenis taman aktif yang dapat dikunjungi dengan luas 1.020 m2 serta memiliki fasilitas termasuk toilet bersih di sebelah timur taman dan akses free wifi. (HS-06)

Cegah Covid-19, Polres Banjarnegara Terus Kampanye Prokes

Dalami Dunia Metaverse Dan Leadership, Empat Mahasiswa Udinus Belajar di Stanfford