in

Sejumlah Polres di Jateng Bergerak Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku

Petugas dari Polres Grobogan, TNI dan Pemerintah Kabupaten Grobogan, melakukan pencegahan penyakit kuku dan mulut, di Pasar Hewan Ketangirejo Kecamatan Godong, Kamis (12/5). (Foto : tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sejumlah Polres di Jateng, bersama pemerintah daerah, mulai melakukan beragam upaya untuk mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut pada ternak, seperti sapi, kerbau, dan kambing.

Seperti yang dilaksanakan Polres Grobogan, TNI dan Pemerintah Kabupaten Grobogan, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Ketangirejo Kecamatan Godong, Kamis (12/5).

Kegiatan penyemprotan dilakukan setelah ditemukan 15 sapi di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali yang dinyatakan positif terjangkit penyakit kuku dan mulut.

Kapolres Grobogan, AKBP Benny Setyowadi mengatakan untuk mengantipasi penyebaran wabah penyakit hewan tersebut, pihaknya telah membentuk satgas, yang terdiri atas Polres, Kodim, Satpol PP, Dinas Peternakan, BPBD dan Disperindag Kabupaten Grobogan.

Tugas dari satgas tersebut adalah mengawasi hewan ternak di Kabupaten Grobogan, serta melakukan tindakan pencegahan lainnya.

“Salah satunya kegiatan penyemprotan disinfektan di pasar Hewan Ketangirejo,” kata Kapolres, seperti dirilis tribratanews.jateng.polri.go.id.

Dia mengimbau para pedagang ternak, untuk ikut menjaga kebersihan hewan dan kandang. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah tersebarnya penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak itu.

Kepala Dinas Peternakan Riyanto, mengemukakan Polres Grobogan memprakarsai pembentukan satgas guna mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kaku (PMK) yang saat ini sudah merebak di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Karena penyakit ini berdampak secara ekonomis, maka kita perlu antisipasi jangan sampai masuk di Kabupaten Grobogan,” kata Riyanto

Salah satunya kegiatan penyemprotan disinfektan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat, pedagang ternak bahwa perlu diantisipasi penyakit ini.

“Bila ternaknya ada gejala penyakit PMK diimbau untuk segera melapor ke Dokter Hewan Sekitar, jangan dijual karena akan menjadi sumber penularan hewan lainnya,” tambah Riyanto.

Polres Sukoharjo

Upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku pada sapi, juga dilakukan Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho S, bersama petugas dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, dengan mengecek peternakan sapi di Kecamatan Bendosari, baru-baru ini.

“Pengawasan ini perlu kami lakukan, untuk melihat secara langsung, apakah di Kabupaten Sukoharjo sudah ada penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi,” kata Kapolres.

Pengecekan juga dilakukan karena daging sapi, merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi masyarakat. Dari pengecekan yang dilakukan di peternakan sapi Rohani Farm, di Kecamatan Bendosari, tidak ditemukan sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku.

“Sudah dilakukan pengecekan Dinas Pertanian dan Perikanan, bahwa sapi-sapi di tempat ini tidak ada yang terjangkit penyakit tersebut,” kata Kapolres.

Kapolres menegaskan akan mengerahkan jajarannya, untuk berkolaborasi dengan dinas terkait, melakukan pengawasan menyeluruh terhadap sapi-sapi di Kabupaten Sukoharjo. Baik itu di peternak sapi, pasar hewan, maupun tempat pemotongan hewan yang mendatangkan sapi-sapi dari luar daerah Kabupaten Sukoharjo.

Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Arif mengimbau masyarkat tidak panik terkait dengan adanya penyakit mulut dan kuku pada sapi konsumsi.

“Kami dari dinas dan kepolisian akan melakukan pengawasan secara menyeluruh, baik itu untuk peternakan sapi maupun sapi luar daerah yang masuk ke Sukoharjo,” kata Arif.

Untuk mengenali gejala fisik pada sapi yang terjangkit penyakit kuku dan mulut, masyarakat ataupun pedagang dan peternak, bisa mengenalinya dengan melihat ciri-ciri fisiknya. Sapi yang terjangkit memiliki ciri-ciri khusus pada mulut baik itu di bibir, lidah dan ronga mulut terdapat luka-luka dan mengeluarkan air liur yang berlebihan.

Selain di mulut, luka juga terdapat pada kaki sapi, sehingga hewan tersebut tidak kuat berdiri dan cenderung berbaring. Selain dua gejala tersebut, suhu tubuh sapi yang terjangkit juga tinggi dan badannya lemas.

Upaya pemantauan juga dilakukan Polres Purbalingga di Kecamatan Bojongsari. Pemantauan dilakukan bersamaan dengan patroli wilayah.

“Saat patroli kami menyambangi sejumlah peternakan sapi di Kecamatan Bojongsari. Untuk memantau ada tidaknya kasus penyakit mulut dan kuku yang terjadi,” kata Kapolsek Bojongsari, AKP I Made Nergo.

Disampaikan bahwa hasil pemantauan di sejumlah peternakan sapi tidak ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku. Namun demikian kami sampaikan imbauan kewaspadaan akan potensi penyakit tersebut menyerang ternak sapi warga di wilayah Kecamatan Bojongsari.

“Kami imbau pemilik peternakan sapi untuk waspada akan penyakit mulut dan kuku yang dapat menyerang ternak. Apabila ditemukan kasus tersebut agar segera melapor,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan di wilayah Kecamatan Bojongsari ada kurang lebih empat lokasi peternakan sapi skala sedang dan besar. Di samping itu, ada juga ternak sapi, kerbau, dan kambing yang dipelihara mandiri oleh warga.

“Adanya potensi penyakit tersebut kami akan terus melakukan pemantauan. Selain itu, berkoordinasi dengan pemilik peternakan sapi maupun dinas terkait. Termasuk melibatkan Bhabinkamtibmas untuk memantau di desa binaan masing-masing,” kata dia. (HS-08)

Terima Bantuan dari Ganjar, Rumah Bonawi dan Munawir akan Dibangun Layak Huni

Sosialisasi Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Jepara Gelar Pertunjukan Wayang Kulit