in

Sejumlah Organisasi Internasional Desak G-20 Capai Target 100 Persen Vaksinasi pada 2022

Foto : Setkab.go.id

 

HALO SEMARANG – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, bersama negara-negara berkembang, Bank Dunia, dan IMF, mendesak negara-negara G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama, untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi, minimal 40 persen dari populasi pada akhir tahun 2021 dan 60 persen dari populasi, pada paruh pertama 2022.

Pernyataan tersebut disampaikan para kepala kelompok Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, Organisasi Kesehatan Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia, dalam pertemuan perdana Gugus Tugas tentang Vaksin, Terapi, dan Diagnostik Covid-19 untuk Negara Berkembang, kemarin.

“Sebagai langkah pertama yang mendesak, kami menyerukan kepada negara-negara G20 untuk mencapai target setidaknya 40 persen di setiap negara pada akhir 2021, dan setidaknya 60 persen pada paruh pertama 2022,” demikian bunyi pernyataan mereka, seperti dirilis WHO melalui WHO.int.

Selain target waksinasi, mereka juga mendesak agar negara-negara G20, berbagi lebih banyak vaksin dosis sekarang. Hal ini termasuk dengan memastikan segera dimulainya pembagian minimal 1 miliar dosis vaksin Covid-19 pada negara berkembang, pada 2021.

Mereka juga mendesak agar segera dimulai pemberian pembiayaan, termasuk hibah dan pembiayaan lunak, untuk menutup kesenjangan, termasuk untuk Instrumen Percepatan Akses Alat Covid-19 / Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator. Selain itu juga menghapus semua hambatan ekspor vaksin jadi, dan hambatan lain untuk operasi rantai pasokan.

“Karena banyak negara sedang berjuang dengan varian baru dan gelombang ketiga infeksi Covid-19, mempercepat akses ke vaksin menjadi semakin penting, untuk mengakhiri pandemi di mana-mana dan mencapai pertumbuhan berbasis luas,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

WHO dan berbagai organisasi internasional tersebut menyatakan keprihatinan, dengan terbatasnya vaksin, terapi, diagnostik, dan dukungan untuk pengiriman yang tersedia di negara berkembang.

Karena itu saat ini diperlukan tindakan untuk menahan meningkatnya jumlah korban manusia akibat pandemi. Selain itu untuk menghentikan perbedaan lebih lanjut, dalam pemulihan ekonomi antara ekonomi maju dan negara lainnya.

“Kami telah membentuk Satuan Tugas, sebagai “ruang perang” untuk membantu melacak, mengoordinasikan, dan memajukan pengiriman alat kesehatan Covid-19 ke negara-negara berkembang. Juga untuk memobilisasi pemangku kepentingan dan pemimpin nasional yang relevan, untuk menghilangkan hambatan kritis, serta mendukung prioritas yang ditetapkan oleh Grup Bank Dunia, IMF, WHO, dan WTO, termasuk dalam pernyataan bersama 1 Juni dan 3 Juni , dan dalam proposal staf IMF senilai $50 miliar.” (HS-08)

Share This

Presiden Jokowi Minta Kadin Indonesia Kejar Target 22 Juta Vaksinasi Gotong Royong

Presiden Minta Polri Terus Aktif Dukung Penanganan Pandemi