in

Sejumlah ASN Terpapar Covid-19, Pemkot Semarang Terapkan Aturan WFH dan WFO

Ilustrasi corona.

 

HALO SEMARANG – Sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, saat ini Pemkot Semarang telah mulai menerapkan kebijakan untuk mengatur pegawainya masuk kantor. Yaitu, dengan memberlakukan work from office (WFO) hanya 30 persen saja, dan sisanya dengan work from home (WFH).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Setyawati mengatakan, kebijakan WFO dan WFH bagi pegawai negeri ini sesuai dengan instruksi Wali Kota Semarang. Menyusul melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kota Semarang dan sejumlah ASN yang diketahui juga ikut terpapar virus Corona.

“Iya, memang dari laporan beberapa ASN diketahui terpapar Covid-19. Jadi kami betul-betul menjaga kesehatan ASN, pak Wali Kota juga meminta kami untuk menerapkan WFH dan WFO,” terangnya, Jumat (18/6/2021).

Saat ini, kata Litani, dengan kekuatan di kantor (WFO), hanya 30 persen saja.

“Dan silakan lainnya WFH. Terutama bagi mereka yang sudah jelas punya interaksi dengan teman-teman yang positif Covid-19, itu silakan istirahat di rumah,” ucapnya.

Meski begitu, lanjut Litani, para pegawai bisa mengerjakan tugasnya masing-masing dari rumah. “Tapi tetap kita pantau mereka melalui absensinya. Dan dengan catatan, manakala pada saat itu OPD atau di kantornya membutuhkan, bisa kita panggil,” imbuhnya.

Untuk yang WFO, kata dia, pegawai yang masuk bekerja di kantor saat ini sudah diterapkan 30 persen. “Kekuatan di kantor 30 persen, dan dilihat dari kebutuhan kantornya. Tapi kita terapkan 30 persen, sehingga nanti terlihat kantor akan sepi,” kata dia.

Meski demikian, kata dia, dari sisi pelayanan akan dioptimalkan, meski hanya tinggal 30 persen di kantor.

“Intinya kami tidak ingin masyarakat terganggu karena kurang dalam pelayanannya dan di sisi lain ini demi keselamatan ASN juga,” terangnya.

Hingga saat ini, untuk jumlah ASN yang terpapar virus corona pihaknya belum mengetahui secara pasti.

“Namun ada beberapa ASN yang meminta dispensasi tidak masuk kerja karena dengan alasan sakit. Banyak yang kami berikan dispensasi dilaporkan sebagian positif Covid-19, dan ada juga sebenarnya hasilnya negatif tapi karena berhubungan atau berinteraksi dengan keluarga yang positif maupun bertemu dengan teman satu kantor yang positif, kami berikan dispensasi,” ucapnya.

Memang, terang dia, untuk pemberian dispensasi ini, tidak harus positif Covid-19. Negatif tapi berinteraksi dengan keluarga dan teman teman kantor yang positif juga bisa diberikan.

“Banyak yang kami berikan dispensasi untuk isolasi mandiri dan ada yang sudah sembuh. Jadi saat mau dihitung jumlahnya, ternyata sudah lapor ke kami kalau sudah sehat,” ujarnya.

Adapun, pegawai yang terpapar virus corona, menyebar mulai dari pegawai kecamatan, kelurahan, hingga OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan dengan masyarakat.(HS)

Share This

Ngeri…. 652 Pekerja Pabrik di Pati Positif Covid-19

Gus Yasin: Terapi Plasma Darah Konvalesen Evektif Dalam Pengobatan Covid-19