in

Sejumlah Armada BRT Trans Semarang Koridor IV Berhenti Beroprasi, Ini Alasannya

Teknisi BRT Trans Semarang melakukan perbaikan bus koridor IV di pool Terminal Cangkiran.

 

HALO SEMARANG – Pelayanan armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terutama untuk koridor IV rute Terminal Cangkiran – Stasiun Tawang yang sempat terhenti operasionalnya, dikeluhkan oleh penumpang.

Sebab dengan berhentinya layanan untuk penumpang di jalur tersebut membuat pelayanan menjadi terganggu. Padahal, wilayah yang dilintasi koridor IV ini terhitung ramai jumlah penumpangnya. Sejak Sabtu (5/6/2021) sampai Minggu (6/6/2021) memang banyak armada BRT Koridor IV yang berhenti beroperasi.

“Iya, sampai hari ini Minggu (6/6/2021) masih belum jalan semua armada untuk pelayanan kepada penumpang. Kalau pada Sabtu (5/6/2021) siang kemarin terjadi penghentian operasional semua armada di koridor IV, pemberitahuan dari manajemen karena ada masalah teknis pada kendaraan yaitu terkait penggunaan ban vulkanisir,” kata salah satu driver koridor IV yang enggan dituliskan namanya di berita, Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, pelayanan operasional armada pada hari Minggu (6/6/2021), dari 24 bus aktif, hanya ada delapan bus koridor IV yang jalan.

“Sedangkan sisanya belum diizinkan untuk pelayanan. Karena saat ini kondisi ban kendaraan bus masih vulkanisir,” ucapnya.

Harapan dia, semua driver BRT Trans Semarang secepatnya bisa melayani penumpang lagi seperti hari biasanya.

“Namun dari pihak manajemen belum bisa memastikan sampai kapan waktu pemberhentian sementara, karena butuh waktu untuk mengganti semua ban vulkanisir kendaraan dengan ban ori. Semoga ban orinya segera datang, jadi bisa kembali bekerja,” harapnya.

Salah satu penumpang BRT, Aam (37) mengatakan, sempat terhentinya beberapa kali operasional pelayanan bus BRT Trans Semarang khususnya koridor IV ini, tentu mengganggu kenyamanan penumpang. Karena penumpang harus sering menunggu lama akibat bus tidak datang.

“Padahal warga sudah mulai percaya kepada pelayanan angkutan umum yang nyaman seperti BRT. Kalau mogok narik dan terhenti operasionalnya seperti ini, warga bakal kembali naik kendaraan pribadi. Jadi nanti percuma rencana program seperti tukar botol plastik gratis tiket BRT khawatir hanya wacana,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Matra Semar, selaku operator Koridor IV BRT Trans Semarang, Rahman Amal Romis menjelaskan, terhentinya operasional pelayanan koridor IV karena ban kendaraan tidak memenuhi standar, dan harus memakai ban ori semua.

“Berhentinya pelayanan operasional setelah kami diberitahu oleh ceklist dari BLU, Jumat (4/6/2021) malam bahwa semua ban harus ori semua. Tidak boleh ada yang vulkanisir,” katanya, Minggu (6/6/2021).

Sabtu (5/6/2021) kemarin, kata dia, sempat berangkat empat armada dari Stasiun Tawang ke Terminal Cangkiran. Namun setelah sampai di Terminal Cangkiran, armada tersebut tidak boleh melanjutkan pelayanan lagi karena alasan teknis ban itu.

“Lalu, di pool armada dibenahi mekanik, dan pada Minggu (6/6/2021), hanya ada delapan armada yang bisa memberikan pelayanan,” ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi lewat telepon Plt Kepala BLU UPTD BRT Trans Semarang, Henrix Setiawan belum bisa memberikan keterangan terkait hal itu sampai berita ini ditulis.(HS)

Share This

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Kendal Gelar Bersih-Bersih Pantai

Ada Spiderman yang Tertibkan Reklame Tak Berizin