in

Sejak Januari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Deportasi Empat WNA, Ini Alasannya

Jajaran pejabat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Guntur Sahat Hamonangan saat menggelar pers rilis pengungkapan kasus pelanggaran keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Rabu (9/6/2022).

HALO SEMARANG – Sejak Januari 2022 hingga Mei 2022, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang telah mendeportasi empat warga negara asing (WNA) ke negaranya masing-masing. Mereka terdiri dari dua warga Korea Selatan, 1 warga Vietnam, dan 1 warga Timor Leste. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Guntur Sahat Hamonangan dalam pers rilis yang dilaksanakan di kantornya, Rabu (9/6/2022).

“Orang asing tersebut dilakukan pendeportasian karena melanggar pasal 75 ayat 1 Undang-undang no 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Tiga orang asing tersebut adalah pemegang izin tinggal terbatas dan satu orang pemegang izin tinggal kunjungan,” katanya.

Sampai saat ini, kata dia, upaya penegakan hukum keimigrasian terus ditingkatkan dengan memperkuat tim Pengawasan Orang Asing di setiap wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang. Penguatan pada kegiatan Intelijen Keimigrasian dan Operasi Lapangan baik operasi terbuka atau tertutup juga terus dilakukan.

“Kantor imigrasi Kelas I TPI Semarang berkomitmen dan terus secara konsisten melakukan pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing di wilayah kerja, khususnya di masa pemulihan ekonomi nasional akibat wabah Covid-19. Sehingga hanya orang asing yang benar-benar bermanfaat bagi kepentingan negara yang dapat tinggal dan melakukan kegiatan di Indonesia,” tegasnya.

Terbaru, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang juga telah menyelesaikan berkas perkara penyidikan tindak pidana keimigrasian terhadap orang asing berkewarganegaraan Perancis dengan inisial JED. Tersangka diduga kuat melakukan pelanggaran tindak pidana keimigrasian sebagaimana dimaksud dalam pasal 123 huruf a Undang-undang no 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta.

“Berkas perkara yang bersangkutan telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Semarang. Sesuai dengan ketentuan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang akan menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan minggu depan,” katanya.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Alvian Bayu Indra Yudha mengatakan, untuk tahun 2021 total 40 kasus pelanggaran keimigrasian yang ditangani oleh pihaknya. Khususnya terkait administrasian izin tinggal.

“Tapi tidak semua sampai tahap pendeportasian, ada sekitar 26 pengenaan denda adminstrasi keimigrasian, ada pula yang pemberharuan atau perubahan status izin tinggal. Yang kami deportasi mayoritas WNA dari China total 8 orang, sisanya dari Amerika, Belanda, dan Singapura,” tegasnya.

Kebanyakan pengungkapan kasus pelanggaran keimigrasian tersebut berasal dari laporan masyarakat.

“Untuk yang warga Prancis ini, proses penyelidikan sangat panjang, ditemukan kasus tahun lalu. Akhirnya dengan usaha yang keras, berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Semarang pada Mei 2022 ini. Dalam waktu dekat tersangka akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” katanya didampingi Purnomo, Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian.

Dirinya juga berharap partisipasi dengan secara aktif melaporkan atau memberi informasi terkait keberadaan dan kegiatan orang asing. “Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang akan terus berupaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam berinteraksi serta berkegiatan usaha dengan orang asing yang taat terhadap peraturan perundang-undangan di negara kita tercinta ini,” tegasnya.(HS)

Lobi Ganjar Sukses, Korea Selatan Bakal Ikut Garap SDM Jateng

Dapat Layanan Fasttrack di Bandara Madinah, Jemaah Mengaku Senang