in

Sejak Januari hingga September, Ada 300 Kasus Kebakaran di Kota Semarang

Kasus kebakaran yang terjadi di Semarang.

 

HALO SEMARANG – Sejak Januari hingga September 2019, tercatat jumlah kasus kebakaran di Kota Semarang mencapai 300an kejadian kebakaran. Dari 300 kasus tersebut, terbanyak terjadi pada bulan September 2019 ini, atau saat puncak musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Semarang, Rudiyanto, Senin (30/9/2019).

Untuk alasan penyebab terjadinya kebakaran, dikatakan dia, kebanyakan human error. Namun proses identifikasi penyebab kasus kebakaran tersebut memang jadi kewenangan aparat yang berwenang. Sedangkan pihaknya bertugas untuk menanggulangi kejadian kebakaran secepatnya agar tidak makin meluas.

“Sehingga kami imbau kepada masyarakat di musim kemarau yang panjang ini warga bisa lebih waspada atas ancaman kasus kebakaran,” katanya.

Menurutnya, untuk membantu proses pemadaman saat terjadi kasus kebakaran, pihaknya juga meminta warga melakukan beberapa hal. Seperti contoh bagi warga yang memiliki mobil diusahakan mobilnya bisa masuk di pekarangan masing-masing. Kalau toh mobil dikeluarkan di jalan, parkir mobil sebaiknya posisi mobil berada di salah satu sisi jalan saja, tidak selang-seling (zig- zag).

Hal itu supaya mobil pemadam saat menuju lokasi kejadian kebakaran mudah melewati jalan.

“Biasanya, mobil pemadam terhambat, apalagi saat masuk ke lokasi dengan perkampungan padat penduduk. Lalu, untuk ketinggian portal gang masuk, seharusnya minimal memiliki lebar 3 meter dan sebaiknya ketinggian portal bebas,” imbuhnya.

Saat musim kemarau ini, hal yang harus diperhatikan juga, lanjut dia, supaya masyarakat memotong rumput ilalang di sekitar lingkungannya, minimal hingga ketinggian 20 cm. Selain itu harus berjarak kurang lebih 3 meter dari bangunan yang ada, supaya tidak mudah merembet.

“Dan hal yang juga penting, warga tidak meninggalkan kompor di rumah dalam keadaan hidup, atau sedang proses memasak. Karena saat kering, rawan akan menimbulkan bara api dan bisa menyebabkan terbakar. Ada banyak kejadian kebakaran, salah satunya penyebab dari kompor. Sehingga sebaiknya, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan hidup meski sebentar saja, apalagi saat proses memasak,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis W Harmoko memperkirakan, datangnya musim hujan di Jawa Tengah jatuh pada November 2019. Namun di beberapa daerah Pantura, musim hujan akan dimulai pada Desember 2019.

“Sebelum memasuki musim hujan, BMKG meminta masyarakat untuk waspada terhadap musim peralihan atau pancaroba. Pada transisi musim inilah yang kerap terjadi bencana, salah satunya badai. Seperti hujan serta angin bahkan petir akan menjadi pertanda pergantian musim telah tiba. Dan biasanya hujan lokal intensitas tinggi akan terjadi dalam waktu singkat. Sekitar setengah hingga satu jam saja,” pungkasnya.(HS)

Suporter Mulai Tak Sabar PSIS Kembali ke Jatidiri, Semarang

“Kertas Kokoh” Akan Jadi Pameran Tunggal Kokoh Nugroho