in

Sediakan Hotel, Bupati Banyumas Minta Ibu Hamil Terinfeksi Korona Ikut Karantina

Bupati Banyumas Achmad Husein berdialog dengan para ibu hamil, yang menjalani karantina akibat Covid-19, di Hotel Tiara di Purwokerto. (Foto : Banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Bupati Banyumas Achmad Husein meminta pada para ibu hamil di Banyumas yang positif terinfeksi Covid-19, untuk melapor dan menjalani karantina di Hotel Tiara di Purwokerto.

Imbauan itu disampaikan Achmad Husein, ketika meninjau Hotel Tiara, Kamis (5/8). Hotel tersebut digunakan sebagai tempat karantina bagi ibu hamil yang terinfeksi korona, dengan gejala ringan hingga sedang.

Menurut Bupati, karantina tersebut adalah untuk menyelamatkan ibu hamil. Langkah tersebut diambil, karena pada Juni dan Juli tahun ini, tingkat kematian ibu hamil akibat korona meningkat.

Hotel tersebut dipilih karena berada dekat dengan fasilitas kesehatan.

“Ini karena kemarin kecenderungan ibu hamil itu fatality-nya meningkat sehingga kami inisiatif bahwa khusus ibu hamil ini kita buat isolasi terpusat di sini, di Hotel Tiara,” kata Bupati Husein, seperti dirilis Banyumaskab.go.id.

Bupati menambahkan, jika gejala yang dialami ibu hamil tersebut agak berat, maka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Jadi, saya minta kepada ibu-ibu hamil di Banyumas, kalau memang terkena Covid-19 jangan ragu, jangan takut melapor, nanti dibawa ke sini. Ini dalam rangka menyelamatkan ibu hamil,” lanjutnya.

Menurutnya Pemkab Banyumas akan tetap membuka tempat karantina itu hingga situasi mereda. Dinas Kesehatan Banyumas juga akan menggelar vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil mulai pekan depan.

“Vaksin yang boleh digunakan untuk ibu hamil, sementara ini hanya Sinovac dan Moderna, yang lain belum boleh,” katanya.

Selain itu, guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19, Bupati minta dinas kesehatan untuk melakukan tes antigen pada ibu hamil di Banyumas. Jika hasil tes antigennya positif namun tidak ada gejala, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri, dengan kondisi yang memenuhi syarat.

Jika selama isolasi mandiri kemudian muncul gejala, maka yang bersangkutan akan dibawa ke Hotel Tiara untuk menjalani karantina.

“Kalau gejalanya lebih berat, akan dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, kalau gejalanya sudah ringan, dibawa lagi ke sini,” katanya menegaskan.

Tempat karantina di Hotel Tiara sebanyak 125 tempat tidur. Kemarin sudah ada delapan orang, namun satu orang melahirkan, yang satu sudah pulang. (HS-08)

Share This

Polres Batang Gelar Vaksinasi Merdeka Candi Targetkan 4.200 Orang

Makna “Kepak Sayap Kebhinnekaan” di Billboard Puan Maharani, Begini Penjelasan PDI Perjuangan