in

Sedang Dirancang, Smart City Solo Segera Diluncurkan

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Polisi Drs Istiono MH, ketika meninjau kesiapan Smart City Solo di Traffick Management Center Polresta Surakarta. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Korlantas Polri saat ini sedang merancang Smart City di Solo, termasuk standard operating procedure (SOP), dan akan segera meluncurkanya setelah rampung.

“Kami rancang nanti SOP-nya, simulasinya seperti apa, nanti baru kita luncurkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, penggodokan tentang detail SOP Smart City di Solo ini segera terwujud,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Polisi Drs Istiono MH, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Kamis (17/6).

Dalam tinjauannya, Kakorlantas tampak didampingi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Kushariyanto, Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda, dan Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Rudy Antariksa. Lalu, terlihat pula Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo turut menemani rombongan.

“Smart City ini, di dalam ada beberapa aplikasi yang menyangkut pelayanan pelayanan publik. Kita cover semua di sana. Juga mengoneksikan empat moda transportasi di sini,” kata Kakorlantas saat meninjau kesiapan Smart City di Traffick Management Center (TMC) Polresta Surakarta, Rabu (16/6).

Kakorlantas mengatakan aplikasi tersebut akan melayani permasalahan-permasalahan, seperti keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menurut dia, pelayanan tersebut juga akan terintegrasi dengan pelayanan-pelayanan pemerintah daerah (Pemda).

“Termasuk di dalamnya masalah masalah Kamtibmas, juga termasuk model-model pelayanan yang ada di Pemda. Semuanya nanti akan kita koneksikan di TMC ini, kita layani bersama-sama,” ucapnya.

Selain itu, Kakorlantas juga menyampaikan ihwal perkembangan penyebaran Covid-19 di Solo. Menurut dia, meskipun Solo tak masuk zona merah, namun langkah-langkah antisipatif tetap perlu dilakukan.

“Solo memang tidak termasuk zona merah. Namun harus tetap kita jagain karena di perbatasan Solo ini ada Sukoharjo yang zona merah,” tutur Kakorlantas.

Kakorlantas menjelaskan, pihaknya bakal meningkatkan titik-titik cek poin di daerah yang berbatasan dengan Solo. Sehingga, Solo tidak mengalami peningkatan kasus Covid-19.

“Di perbatasan itulah yang harus kita bangun cek poin-cek poin untuk mengingatkan dan melakukan pencegahan-pencegahan. Supaya tidak masuk ke daerah zona kuning yang di kota Solo ini. Harapan kita semua zona-zona merah di seluruh Indonesia kita bangun cek-cek point,” kata Kakorlantas. (HS-08)

Share This

Inspektorat Minta Pegawai Pemkab Boyolali Hindari Pinjaman Online

Bank Jateng Berikan Mobil untuk UPS Tegal