Sebelum Masa Tenang, Bawaslu Bubarkan 36 Kampanye Virtual Tanpa SPK

Pengawasan kegiatan nonton bareng kampanye virtual tanpa Surat Pemberitahuan Kampanye (SPK) oleh Pengawas Kecamatan di Kota Semarang. (Bawaslu Kota Semarang/Dok).

 

HALO SEMARANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang bersama dengan Panwaslu Kecamatan se-Kota Semarang menemukan adanya kampanye virtual tanpa Surat Pemberitahuan Kampanye (SPK) Pilwakot Semarang 2020, pada Jumat (4/12/2020) lalu.

Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data Informasi Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu dan Panwaslu Kecamatan se-Kota Semarang, kampanye virtual tanpa SPK tersebut ada di 11 kecamatan di Kota Semarang.

“Dari hasil pengawasan ditemukan adanya 36 lokasi kegiatan nonton bareng kampanye virtual tanpa adanya SPK, di antaranya Banyumanik, Gajahmungkur, Gayamsari, dan Semarang Tengah,” ujarnya, Minggu (6/12/2020).

- Advertisement -

“Atas hal tersebut, 11 Panwaslu kecamatan bersama aparat kepolisian telah melakukan pencegahan untuk menghentikan kegiatan tersebut agar bersedia membubarkan diri,” sambungnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Semarang, Oky Pitoyo Leksono menjelaskan, sebelumnya tim pemenangan pasangan calon sudah menyampaikan ke Bawaslu, KPU, maupun Polrestabes lebih kurang terdapat 234 SPK dengan sebaran 16 kecamatan di Kota Semarang.

“Kami sudah sampaikan imbauan secara lisan maupun tertulis kepada tim pemenangan pasangan calon agar tetap mematuhi prosedur sebagaimana diatur dalam PKPU,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.