in

Sebagian Permukiman Warga di Bandengan dan Karangsari Terendam Rob

Sebagian wilayah Kelurahan Bandengan yang terkena dampak rob, Senin pagi (15/11/2021).

 

HALO KENDAL – Banjir rob pagi ini terjadi di Kelurahan Bandengan dan Karangsari di wilayah Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Senin (15/11/2021).
Banjir rob merupakan banjir yang airnya diakibatkan oleh pasangnya air laut, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan.

Ketinggian rob yang merendam permukiman penduduk di Kelurahan Bandengan dan Karangsari tersebut, berkisar antara 10 cm hingga 80 cm.

Meski rob kerap terjadi di wilayah tersebut, namun peduduk masih tetap bertahan dan enggan pindah ke lokasi lain.

Seperti yang diungkapkan warga Bandengan yang terdampak rob, Yusuf Eko Wahyudi (48). Menurutnya, banjir rob datang pada jam 03.00 pagi, kemudian surut pada jam 09.00 WIB.

Dirinya mengaku, wilayah yang parah yakni di RW 2 dan RW 3 tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun atau menjadi langganan di daerahnya.

“Sebenarnya ya tidak betah. Tapi mau gimana lagi, wong sudah menetap di sini puluhan tahun. Belum lagi kami tidak ada biaya untuk meninggikan rumah,” ungkapnya.

Yusuf Eko juga mengeluhkan, rob menyebabkan aktivitas warga terganggu. Terutama anak-anak yang akan berangkat ke sekolah. Belum lagi berbagai penyakit juga ditimbulkan dari dampak banjir rob.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah Kabupaten Kendal dan pihak terkait, untuk mencarikan solusi. Supaya genangan air dan selokan yang macet bisa teratasi. Sehingga aktivitas warga tidak terganggu,” harapnya.

Sementara itu Lurah Bandengan, Sutarjo mengatakan, pihaknya bersama Sekda Kendal, M Toha pagi ini sudah meninjau lokasi yang terkena dampak rob.

“Tadi pagi kami bersama Pak Sekda dan jajarannya meninjau lokasi permukiman warga yang terkena banjir rob, terutama di wilayah RW 3 yang paling parah. Kami masih menunggu petunjuk dari Forkopimda,” terangnya, di sela-sela mengikuti rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (POK), di Pendopo Kabupaten Kendal.

Sutarjo menambahkan, sambil menunggu petunjuk dari Forkopimda, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait.

Selain itu, pihaknya juga menunggu program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dicanangkan pemerintah.

“Ya kita berharap, program KOTAKU segera terealisasi. Karena salah satunya penanganan masalah rob ini,” pungkas Sutarjo.(HS)

Share This

HUT ke 76 Brimob, Ksatrian Brimob Srondol Ganti Nama Jadi Raden Mas Bambang Soeprapto Dipokoesoemo

Gelar Apel, Polda Jateng Mulai Operasi Zebra Jelang Nataru