in

SD Kristen 3 YSKI Gelar Peringatan Bulan Bahasa Secara Virtual

Bulan bahasa SD Kristen 3 YSKI Semarang gelar acara UNITY secara virtual, Jumat (29/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Bertepatan dengan Bulan Bahasa, Sekolah Dasar Kristen 3 Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (SD Kristen 3 YSKI) di Jalan Tanjung 14 Semarang, menggelar acara secara virtual, dengan tema “UNITY” Jumat (29/10/2021).

Meski digelar secara virtual, baik guru maupun anak-anak pengisi acara tetap menggunakan baju dan aksesori adat yang ada di Indonesia.

Selain berdoa, acara pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Sorak-sorak Bergembira, lagu Maju Tak Gentar, kemudian berbalas pantun, menyanyikan lagu Hei Yamko Rambe Yamko.

Selain itu, acara juga diisi dengan Eksposisi tokoh Alkitab Paulus, yang merupakan tokoh dengan cerdas bahasa (Word Smart), musikalisasi puisi, dongeng sejarah Kota Semarang, dan ditutup dengan doa dan menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke.

Usai acara virtual, melalui rilis yang diterima halosemarang.id, Kepala SD Kristen 3 YSKI Semarang, Elisabeth Risa Kurniastuti mengatakan, dirinya meyakini bahwa setiap anak memiliki kecerdasan.

“Namun jenis kecerdasan maupun tingkat kecerdasan masing-masing anak berbeda,” ujar Miss Risa sapaan akrabnya dalam sambutan acara virtual.

Risa juga menjelaskan, ada anak yang pandai di bidang musik, bahasa, matematika, kemudian bidang interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan masih banyak lagi.

Untuk itulah di momen bulan bahasa ini, YSKI Tanjung mewadahi kecerdasan anak-anak di bidang bahasa atau Word Smart.

“SD Kristen 3 YSKI Semarang atau yang akrab disapa SD YSKI Tanjung ini, memiliki semboyan Let’s Be Smart in Multiple Ways,” terangnya.

Menurutnya, anak-anak menunjukkan setiap kemampuan yang mereka miliki melalui pantun berantai, musikalisasi
puisi, mendongeng.

“Anak-anak juga mendapat pengetahuan yang dihubungkan dengan spiritualitas dengan eksposisi tokoh Alkitab sesuai dengan tokoh yang memiliki kecerdasan dalam berbahasa, yaitu Paulus,” jelas Risa.

Selain itu, di momen Sumpah Pemuda ini, anak-anak juga diajak menghargai setiap perbedaan yang ada di Indonesia, suku bangsa dan kekayaan lainnya.

“Ini sebagai wujud kesadaran adanya perbedaan dalam kehidupan sosial masyarakat. Sehingga anak-anak mampu menghargai dan bersyukur dengan keberagaman budaya di Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Noviani orang tua Dravin, siswa kelas 2 SC mengapresiasi penyelenggaraan peringatan bulan bahasa secara virtual. “Keren-keren semua miss sama murid-muridnya. Ini adalah kerja tim yang oke,” ujar Noviani.(HS)

Share This

Anggota PPM, P3B dan GBT Latihan Tanggap Bencana

Tim Sepak Takraw Kendal Mulai Fokus Persiapan Popda Jateng