Sauto Expo 2020 DP Mall Semarang, Optimisme Pelaku Bisnis Otomotif di Masa Pandemi

Sejumlah pengunjung sedang menyaksikan pameran Sauto Expo 2020 di DP Mall Semarang.

 

HALO BISNIS – Pandemi Covid-19 berdampak pada semua lini bisnis, tak terkecuali sektor bisnis otomotif. Namun saat ini ada optimisme bisnis otomotif akan menunjukkan grafik peningkatan, meski belum signifikan.

Untuk itu beberapa dealer mobil dan finance berani mengikuti pameran Semarang Automotive Expo 2020 yang digelar hingga 29 November di DP Mall Jl Pemuda Semarang.

Dalam Semarang Automotive Expo (Sauto) yang merupakan event pameran berstandar nasional ini, mengusung tema “End Year Sales”.

Sauto Expo tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena diikuti oleh lebih banyak brand mobil, yaitu 11 dealer mobil, 1 dealer motor, dan 1 leasing.

Manager Marketing Prisma 8 Event Organizer, Chatarina Windayati sebagai penyelenggara pameran mengungkapkan optimismenya dalam pameran tersebut.

Meski dalam situasi pandemi, pihaknya menargetkan penjualan sebanyak 200 unit tersebut.

“Kami optimistis pameran saat pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat ini akan memenuhi target penjualan 200 unit. Banyak produk-produk terbaru yang kami tampilkan dalam pameran, di antaranya KIA Sonet, Honda CRV Turbo Prestige, Mazda 3 Hatchback Anniversary Edition, Mitsubishi Xpander, Toyota Innova, Nissan Livina, Wuling Almaz, Suzuki All New Ertiga, Daihatsu Sigra, Peugeot 5008 Nera Black, Mercedes GLA 200 Progressive, motor Beneli, serta layanan finance dari Mandiri Utama Finance yang menawarkan kemudahan proses, keringanan DP serta sejumlah promo diskon dan berbagai hadiah,” jelasnya.

Herman Huta, Branch Manager Honda Gajah Mada Semarang mengatakan, sejak sebulan terakhir ada peningkatan penjualan mobil, meski belum menuju grafik normal seperti sebelum masa pandemi. Namun, setidaknya pelaku bisnis otomotif optimistis sektor ini mulai bangkit saat new normal.

“Kami mengalami penurunan drastis panjualan mobil saat awal pandemi menghantam Indonesia. Penjualan bulan April yaitu 1.280 unit dari market share awal sebesar 2.500 unit per bulannya. Bulan Mei yang terparah yaitu 695 unit saja. Sementara pada 4 bulan terakhir berturut-turut mulai menunjukkan kenaikan signifikan, yaitu kisaran 1.000 hingga 1.100 unit per bulan,” ungkapnya saat mengikuti Sauto Expo 2020 di DP Mall Semarang.

Herman mengatakan, penurunan penjualan mobil di awal pandemi tersebut karena kurangnya edukasi masyarakat tentang Covid-19, sehingga masyarakat dilanda ketakutan yang berlebihan.

“Awal pandemi, masyarakat belum tahu banyak tentang Covid-19, sehingga mereka cenderung membatasi aktifitas. Banyak klien kami yang ingin melakukan transaksi tapi tidak mau bertemu bahkan membatalkannya. Ingin test drive tapi takut penyebaran Covid-19. Namun setelah mereka teredukasi tentang protokol kesehatan, sejak itu kami optimistis pasar otomotif akan kembali bergairah,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ferdian Hendrawan, Branch Manager Nasmoco Siliwangi Semarang. Menurutnya pandemi juga berdampak penurunan penjualan Toyota hingga 50 %. Meski demikian pasar mobil-mobil middle class dan upper class justru tidak terlalu berdampak.

“Pandemi ini memang berdampak pada perekonomian masyarakat secara luas. Namun bagi masyarakat kelas atas, mungkin tidak terlalu merasakan karena mereka masih mempunyai tabungan. Ini terbukti, penjualan Toyota yang tidak terlalu berdampak justru penjualan mobil middle class dan upper class. Prosentase pembiayaan cash juga mengalami peningkatan,” ujar dia.

Untuk itu, pihaknya optimistis menggarap pasar otomotif dengan menyesuaikan kondisi normal baru. Karena jika pasar otomotif terpuruk, multiplier efeknya besar sekali, yaitu juga akan berpengaruh kepada bisnis leashing, asuransi serta variasi otomotif.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.