Satu Wisatawan Borobudur Kembali Terdeteksi Covid-19

Dengan mengenakan APD lengkap, petugas memeriksa kesehatan pengunjung kawasan wisata Borobudur (foto : magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Satu wisatawan asal Trenggalek Jawa Timur, yang akan berekreasi ke Candi Borobudur, Sabtu (31/10) terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil rapid test dan swab test oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, di Halaman Kantor TIC Borobudur.

Sehari sebelumnya, ada dua wisatawan asal Tangerang dan Medan, juga dinyatakan positif.

“Bagi tiga wisatawan yang dinyatakan terkonfirmasi positif itu, sesuai SOP, mereka kami minta pulang dan melakukan isolasi mandiri. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, diminta segera menghubungi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, seperti dirilis Magelangkab.go.id.

Disampaikan Retno, hasil rapid dan swab test hari ini, dari 150 sampel ada 4 yang reaktif. Namun setelah dilanjutkan dengan test swab, satu orang yang positif.

“Satu yang positif itu, adalah wisatawan asal Trenggalek. Total selama empat hari ini, kami telah melakukan 605 rapid test. Dari sebanyak itu, ada 572 non reaktif dan 33 reaktif. Selanjutnya dari 33 yang reaktif itu, hanya ada tiga yang positif,” lanjutnya.

Sementara berdasarkan update perkembangan Covid-19, hingga Sabtu (31/10), ada tambahan 26 orang terkonfirmasi positif. Sebanyak 22 di antaranya, berasal dari Kecamatan Bandongan dan satu orang tersebar di Salam, Salaman, Mertoyudan dan Secang.

Namun demikian, saat ini ada 12 orang yang dinyatakan sembuh. Lima di antaranya dari Mertoyudan, tiga dari Borobudur, Mungkid dua orang dan satu orang di Tempuran dan Kaliangkrik.

“Dengan adanya penambahan 26 baru dan 12 sembuh itu, jumlah kumulatifnya menjadi 1.043 orang. Rinciannya, 178 masih dirawat dirumah sakit dan menjalani isolasi mandiri, 836 sembuh dan 28 meninggal,” imbuh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP), ada tambahan 9 baru. Tiga di antaranya dari Mertoyudan dan satu orang tersebar di Bandongan, Kajoran, Windusari, Muntilan, Grabag dan Mungkid.

Namun demikian, ada satu PDP yang dinyatakan sembuh. Dia berasal dari Kecamatan Sawangan. “Dengan tambahan 9 baru dan satu sembuh itu, jumlah kumulatifnya menjadi 41 dirawat, 562 sembuh dan 73 meninggal,” lanjutnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.