Satresnarkoba Polres Kendal Bekuk Pengedar Obat Terlarang di Kaliwungu Selatan

Barang bukti ribuan butir obat yang berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Kendal dari tangan tersangka.

 

HALO KENDAL – Polres Kendal berhasil mengamankan seorang pemuda yang diduga mengedarkan obat daftar G dan obat keras, tanta izin edar atau resep dokter. Penangkapan tersangka dilaksanakan di salah satu rumah di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, Kamis (4/2/2021).

Kasatres Narkoba Polres Kendal, AKP Agus Riyanto mengatakan, pihaknya berhasil menangkap seorang laki-laki yang diduga mengedarkan obat farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

“Berkat informasi dari masyarakat bahwa di daerah Kaliwungu sering terjadi transaksi obat daftar G tanpa izin edar. Dari hasil pengembangan, tim kemudian mengamankan terlapor berinisial HMS alias Gombloh (21), yang berprofesi sebagai Buruh (Bengkel), warga Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu,” terang AKP Agus dalam press release nomor LP/A/12/HUK.4.3./II/2021/Jtg/Res.Kendal, Jumat (5/2/2021).

Dijelaskan, pihaknya kemudian melakukan serangkaian penyelidikan, dengan mendatangi salah satu rumah yang diduga sebagai tempat penyimpanan di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

“Tim berhasil mengamankan terlapor beserta dua orang, yakni AFA alias Gendut dan DA alias Sapi yang saat itu sedang kumpul bersama pada hari kamis tanggal 04 Februari 2021 sekira 14.00 WIB,” jelas AKP Agus kepada halosemarang.id.

Setelah petugas melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh ketua RT setempat, dari terlapor ditemukan tas yang dipakai terlapor membawa 43 strip obat jenis Trihexphenedyl berisi masing-masing 10 butir dengan jumlah total keseluruhan 430 butir.

Selain itu, juga ditemukan obat warna putih berlogo Y sebanyak 4 paket kilp plastik kecil, berisi masing-masing berisi 10 butir dengan jumlah total keseluruhan 40 butir. Juga obat warna putih berlogo Y sebanyak 84 butir terbungkus plastik bening, obat warna kuning berlogo DMP sebanyak 811 butir terbungkus plastik bening.

“Jumlah total barang bukti ada 1.365 butir. Selain itu dalam saku celana terlapor ditemukan uang sejumlah Rp 183.000 dan satu buah HP merk SS A01 warna hitam,” tandas AKP Agus.

Saat diintrograsi, terlapor kemudian mengaku, tujuan memiliki pil adalah untuk dijual atau diedarkan.

Dari pengakuan terlapor, petugas juga mendapatkan informasi bahwa terlapor mendapatkan pil dari seseorang berinisial NH alias Huda, yang kemudian juga diamankan ke kantor Sat Resnarkoba Polres Kendal.

“Pasal yang disangkakan oleh terlapor, Pasal 196 Undang-Undang 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.