Satpol PP Tertibkan Tempat Tinggal Liar di Pasar Tradisional Kota Semarang

Satpol PP Kota Semarang melakukan penertiban tempat tinggal liar di Pasar Banjardowo, Senin (23/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Satpol PP Kota Semarang melakukan penertiban tempat tinggal liar di dua pasar tradisonal, Senin (23/11/2020).

Dua pasar tradisional yang disasar Satpol PP yakni Pasar Bulu dan Pasar Banjardowo.

Pantauan saat razia di Pasar Bulu, ketika petugas Satpol PP datang terdapat beberapa gelandangan dan pedagang yang menggelar kasur di lokasi parkir basement.

Mereka kaget saat didatangi petugas dan pasrah melihat tempat tidurnya dibongkar petugas dan diangkut ke truk Satpol PP.

Sementara di lantai 3 Pasar Bulu petugas mendapati adanya pedagang yang membuat lapak menjadi tempat tinnggal lengkap dengan kulkas, meteran listrik, dan tempat tidur.

Beberapa pedagang berusaha melawan petugas.

Tapi usaha pedagang sia-sia karena petugas jumlahnya jauh lebih banyak dan mereka menyalahi aturan.

Pedagang hanya bisa menyaksikan bangunanannya dibongkar petugas.

“Pembongkaran itu berdasar peraturan daerah Kota Semarang no 9 tahun 2013 tentang pasar tradisional. Di situ dijelaskan bahwa pasar sebagai tempat usaha, bukan untuk tempat tinggal,” tegas Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto di sela penertiban.

Fajar mengaku penindakan itu merupakan kali kedua dan mereka yang mengalihfungsikan pasar menjadi tempat tinggal merupakan orang-orang baru. Pihaknya meminta kepada pengelola pasar agar tegas menindak hal ini.

“Sebenarnya penindakan merupakan ranahnya kepala pasar. Jangan sampai merepotkan dinas lain. Namun karena kami penegak peraturan daerah, maka hari ini kami hadir membongkar tempat tinggal ini,” imbuhnya.

Satpol PP memperingatkan kepada para pedagang agar tak menyalahgunakan lapak sebagai tempat tinggal. Pihaknya mengancam akan mengirimkan para pelanggar ke panti rehabilitasi di Solo untuk pembinaan sifat.

Sementara itu, Kepala Pasar Bulu, Pujiono mengaku ada sejumlah pedagang yang nekat menjadikan lapak sebagai tempat tinggal.

“Ini mereka sudah lama menyalahgunakan. Kami juga udah beri peringatan berulangkali tapi masih nekat,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.