in

Satpol PP Siap Dukung Pengamanan Pemindahan Pedagang Johar

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

 

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Semarang, siap mendukung terkait proses pemindahan pedagang Johar dari relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ke Pasar Johar Cagar Budaya. Pasalnya, Pemerintah Kota Semarang telah memberikan batas waktu kepada pedagang untuk menempatinya hingga 10 Oktober 2021 mendatang.

Pemindahan pedagang ke bangunan Pasar Johar Cagar Budaya setelah dilakukan pengundian lapak dan kios pedagang oleh Dinas Perdagangan secara online pada Jumat (24/9/2021) lalu. Pedagang yang sudah memperoleh notifikasi kemudian melakukan daftar ulang untuk menempati sesuai dengan nomor lapak hasil undian secara online tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, terkait proses kepindahan pedagang Johar dari lokasi relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ke bangunan pasar Johar Cagar Budaya, pihaknya akan mendukung Dinas Perdagangan Kota Semarang. Pihaknya juga akan menyiapkan sedikitnya tiga unit armada truk untuk membantu mobilitas mengangkut barang-barang saat pemindahan pedagang.

“Kami mengimbau pedagang Johar tidak banyak melakukan protes. Apalagi anggaran untuk membangun Kawasan Johar Baru ini mencapai ratusan miliar dari Pemerintah Pusat dan APBD Kota Semarang,” katanya, Kamis (30/9/2021).

Selain itu, menurut Fajar, pedagang juga harus menyadari karena saat ini pasar Cagar Budaya sudah berbeda, tentunya banyak aturan yang harus diikuti pedagang. Mengingat kekuatan bangunan peninggalan arsitek Belanda, Thomas Karsten ini juga hanya 60 persen, dari kekuatan sebelum terbakar tahun 2015.

“Kami akan mengawal dan membantu Dinas Perdagangan untuk pengamanan masuknya pedagang ke Johar Cagar Budaya agar tertib. Setelah semua pedagang memperoleh lapak dan kiosnya melalui sistem pengundian online, seharusnya pedagang taati ketentuan. Nanti kalau gak mau masuk ya ditinggal, tidak dapat tempat kan jadi repot. Makanya kalau tidak cukup menampung jumlah pedagang, nanti ke depan akan dikembangkan lagi seperti di Johar Selatan,” papar pria yang juga mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang ini.

Seperti diketahui, pemindahan pedagang Johar yang direncanakan setelah tanggal 25 September 2021, masih ada kendala. Khsusnya terkait masih adanya penolakan dari pedagang karena lapak dan kios yang ditempatinya sempit dan belum layak digunakan untuk berjualan.(HS)

Share This

Polrestabes Semarang Ungkap Dua Kasus Pencurian Sepeda Motor

LBH Ansor Kendal Siap Layani Warga Nahdliyin dan Kaum Marginal untuk Mendapat Bantuan Hukum