in

Satpol PP Semarang Tertibkan PKL Yang Melanggar Aturan

Petugas Satpol PP Semarang saat melakukan penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai melanggar aturan, Senin (18/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Masjid Baiturrahman Semarang atau tepatnya di shelter yang berada di Jalan Pekunden Timur Senin (18/10/2021).

Kepala Bidang Operasi Satpol PP Kota Semarang, Kamsi menjelaskan, penindakan tersebut karena para pedagang dinilai melanggar aturan. Ia menyebut PKL hanya diizinkan berjualan di area tersebut mulai dari sore hingga pagi hari saja. Namun banyak pedagang yang berjualan lebih dari jam yang ditentukan. Selain itu, penertiban juga dilakukan sejalan dengan adanya renovasi Masjid Baiturrahman.

“Konsep masjid ini nanti dibangun tidak ada pagar. Dibuat taman dan ada kolam. Sehingga PKL yang ada di pojok depan akan dipindahkan di shelter yang saat ini kita tertibkan,” ujar Kamsi usai giat.

Ia menerangkan, ada dua lapak yang ditertibkan dalam giat kali ini. Yang pertama lapak nasi kucing dan kedua adalah lapak yang diakui milik Masjid Baiturrahman.

“Kami hanya menyingkirkan saja. Tapi untuk lapak kedua ada beberapa mungkin kursi yang sudah tidak terpakai itu kami ambil. Kami juga police line lapak-lapak itu agar mereka tidak kembali lagi,” bebernya.

Ia juga menemukan salah satu dari lapak tersebut tidak memiliki izin berjualan. Oleh karena itu ia meminta kepada pemilik lapak untuk segera mengurus perizinan.

Kamsi juga mengatakan lokasi tersebut saat ini diprioritaskan untuk PKL yang melapak di depan Masjid Baiturrahman.

“Bangunan itu untuk PKL yang ada di depan masjid, tapi mungkin belum ditempati karena berbagai alasan. Sehingga dilihat oleh pihak lain mungkin daripada mangkrak lebih baik dipakai saja,” jelasnya.

Kamsi menjelaskan, Satpol PP Kota Semarang sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan kelurahan dan OPD terkait.

“Ada dua kali rapat untuk penertiban ini. Yang kedua kami mengundang OPD terkait dalam arti Dinas Perdagangan, DPU, kelurahan, kecamatan untuk diajak musyawarah,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, penertiban juga berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Perda No. 3 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Tak hanya menertibkan PKL yang ada di kawasan Masjid Baiturrahman saja, Satpol PP Kota Semarang lanjut menyusur jalan protokol lainnya. Adapun rute yang dilalui yakni kawasan Simpang Lima Semarang, Jalan Imam Barjo, Jalan Pleburan, Jalan MT Haryono, Jalan Sendowo, dan terakhir Jalan Simongan.

“Untuk di Jalan Simongan ada yang kami tindak. Tempo hari pernah ditertibkan tapi ternyata masih nekat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut memantau dan mengawasi hasil giat yang sudah dilakukan Satpol PP Kota Semarang. Tentunya bertujuan untuk membuat Ibu Kota Jawa Tengah menjadi nyaman, indah, dan sehat.

“Ini untuk menertibkan mereka, agar kedepannya mereka berjualan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga bisa kembali ke fungsi yang sebenarnya,” pungkasnya.(HS)

Share This

Empat Perangkat Desa di Kecamatan Kangkung Dilantik, Ini Pesan Untuk Mereka

Sanksi Dinilai Cacat Hukum, Hadi Suroso Memutuskan Mundur Dari Pencalonan Ketum PSSI Jateng