in

Satpol PP Semarang Lanjutkan Pembongkaran Puluhan Rumah Tak Berizin Di Simongan

Petugas Satpol PP saat melakukan pembongkaran rumah tanpa izin mendirikan bangunan (IMB) di Kampung Karangjangkang, Jalan Taman Srindito, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat pada Kamis (14/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Semarang melakukan pembongkaran puluhan rumah tanpa izin mendirikan bangunan (IMB) di Kampung Karangjangkang, Jalan Taman Srindito, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat pada Kamis (14/10/2021).

Dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto kegiatan ini melanjutkan pembongkaran yang sebelumnya dilakukan pada Selasa (7/9/2021).

Fajar mengatakan, sebelum pembongkaran, kedua belah pihak sudah dipertemukan untuk menyelesaikan masalah. Sehingga kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan damai.

“25 hari yang lalu sudah komunikasi, sudah jelas ada tali asih mereka sanggup untuk membongkar sendiri,” ujarnya usai kegiatan.

Setelah ada kesepakatan, lanjut Fajar, para warga yang rumahnya terkena sengketa meminta untuk dilakukan pembongkaran secara mandiri dan langsung disetujui, namun dengan batas waktu yang ditentukan.

“Batas waktu 3 minggu dan sudah terlampui. Sekarang kami hadir untuk ngecek sekalian membantu bongkar lainnya. Karena kalo dibiarkan, nanti mikirnya tidak ada aktivitas,” tuturnya.

“Kita pakai manual (bongkarnya) karena kalo pakai alat tidak mungkin, karena lokasi di atas (bukit). Yang jelas saya yang mengawali dan mengakhiri. Warga juga sudah menerima nanti pemerataan selanjutnya dari pemilik tanah. Tali asih sudah diberikan semuanya,” tambahnya.

Setelah pembongkaran ini selesai, Fajar meminta kepada pemilik lahan untuk memagari lahannya agar bisa segera digunakan.

Di sisi lain, Fajar mengucapkan terima kasih kepada warga karena sudah bisa menerima, sehingga kasus sengketa ini selesai.

“Dan saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang prosesnya selesai, tapi ada dua hal yang belum selesai salah satunya pos kampling. Biar dari warga dan kuasa hukum yang nyelesaikan agar disampaikan ke pemilik lahan,” bebernya.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga, Sugiyono meminta kepada Satpol PP Kota Semarang untuk dibuatkan jalan untuk mengambil barang-barang hasil bongkaran yang sekira masih bisa digunakan.

“Ya itu cuma masih ada tuntutan satu yaitu masalah pos. Antara RT 3, 9, 10 itu belom selesia kalo bisa, inikan sudah selesai semua dan sudah menerima tali asih tinggal itu tolong diperhitungkan,” imbuhnya.(HS)

Share This

Hery Marfuah Dilantik Jadi Direktur PD Farmasi Kendal, Ini Harapan Bupati

Tim Krisis Kemenag Diminta Persiapkan Kemungkinan Pemberangkatan Haji 1443 H