Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Satpol PP Kota Semarang Gencar Lakukan Penertiban PKL di Jalan Protokol

Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut gerobag PKL yang nekad berjualan di pedestrian salah satu Jalan Protokol Kota Semarang, Senin (30/9/2019).

 

HALO SEMARANG – Satpol PP Kota Semarang kembali melakukan penertiban lapak Pedagang Kali Lima (PKL) yang berada di pedestrian sejumlah Jalan jalan protokol di Kota Semarang.

Penertiban PKL kali ini menyasar di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ki Mangunsarkoro, dan Jalan DR Cipto Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, apa yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan upaya untuk mewujudkan Kota Semarang menjadi kota yang nyaman bagi warganya. Fajar pun mengungkapkan, sudah menjadi tugas dari Satpol PP untuk menegakkan perda, salah satunya yakni menertibkan PKL liar yang berjualan tidak pada tempatnya.

“Kami bertindak sesuai dengan Peratuan Daerah (Perda) yang ada. Jika dibiarkan PKL itu akan menjamur dan sulit untuk ditertibkan. Selalu saya sampaikan kota ini dibangun dengan biaya tinggi, sehingga harus dijaga keindahan dan kenyamanannya dari PKL liar,” ujarnya, usai melakukan penertiban PKL di Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Senin (30/9/2019).

Saat disinggung titik mana saja di Kota Semarang yang menjadi prioritas Satpol PP dalam penertiban, Fajar pun menegaskan bahwa saat ini pihaknya fokus membersihkan di wilayah perkotaan. Untuk kemudian akan dilanjutkan hingga di wilayah pinggiran.

“Apabila di situ ada bangunan permanen kami bongkar. Kami prioritaskan dulu daerah protokol, setelah tengah bersih kami lanjut di pingir-pinggir. Mulai dari Genuk hingga Mangkang akan kami tertibkan, saya ingin Kota Semarang bersih dan nyaman,” ungkapnya.

Saking gencarnya, upaya Satpol PP melakukan penertiban PKL, ada yang pro dan kontra. Namun menurut Fajar itu adalah hal yang biasa. Yang terpenting, lanjutnya, apa yang dilakukan Satpol PP memiliki landasan yang jelas dan tidak melanggar hukum.

“Satpol PP bekerja sebaik apapun tidak akan dipuji, namun jika ada kesalahan pasti dimaki. Tapi demi Kota Semarang yang nyaman dan bersih, kami tetap akan bekerja terus tidak akan surut, karena ini tugas dari satpol, menegakkan Perda,” tegasnya.

Fajar pun mengungkapkan, Pemerintah Kota Semarang tidak pernah melarang PKL untuk berjualan. Asalkan berjualan di tempat yang sudah ditentukan, yakni tidak melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11/2000. Di mana PKL dilarang mendirikan bangunan bersifat permanen di atas saluran air dan bahu jalan.

Selain itu, berdasarkan SK Wali Kota Semarang bernomor 511.3/111/2016 tentang penataan PKL Kota Semarang dan Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan PKL Kota Semarang, mereka diizinkan berjualan pada pukul 20.00 sampai pukul 08.00.

“Rata-rata PKL yang kami tertibkan berjualan di pedestrian yang merupakan hak dari pejalan kaki. Selain itu, banyak juga PKL yang menutup saluran irigasi untuk mendirikan kios atau lapak dagangan, jelas itu melanggar aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang melakukan penertiban PKL di beberapa tempat di Kota Semarang, seperti Jalan Kawi, Jalan Gajah Raya, MT Haryono, hingga di Kawasan Kota Lama Semarang.

Setidaknya dalam penertiban tersebut, Satpol PP Kota Semarang menertibkan puluhan PKL yang melanggar aturan dengan berjualan di pedestrian dan saluran irigasi. Beberapa gerobag dagangan milik pedagang pun diangkut paksa petugas karena terbukti melanggar secara berulang kembali nekad berjualan di tempat larangan.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang