Satpol PP Kota Semarang Batasi Kegiatan Malam Tahun Baru Hingga Pukul 23.00

Foto ilustrasi: Satgas Covid-19 Kota Semarang mendata pelanggar protokol kesehatan di sekitar Karangayu Semarang, Senin (21/12/2020).

 

HALO SEMARANG – Satpo PP Kota Semarang akan membatasi kegiatan perayaan Tahun Baru 2021, hingga pukul 23.00 saja.

Hal ini sesuai dengan imbauan Gubernur Jateng, Polda Jateng dan Perwal 57 Tahun 2020 tentang peribadatan dan perayaan Malam Tahun Baru. Maka untuk itu Satpol PP Kota Semarang dan Satgas Covid-19 akan melakukan tindakan tegas dalam penerapan protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19.

Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya akan melaksanakan razia dan memberikan imbauan ke masyarakat, agar setelah pukul 23.00 WIB pada malam peringatan Tahun Baru, tidak ada lagi aktivitas di jalanan. Apalagi ada kerumunan.

“Satpol PP Kota Semarang bersama Tim Satgas Covid-19 akan bertindak tegas khususnya pada malam pergantian tahun. Setelah pukul 23.00 diimbau tidak ada aktivitas di jalanan, baik itu pesta kembang api maupun sekadar tongkrong,” tandas Fajar, Senin (21/12/2020).

Lebih lanjut Fajar mengatakan, jika selepas jam tersebut masih didapati kerumunan, maka akan dilakukan pembubaran dan penertiban.

“Setelah pukul 23.00 WIB pada malam Tahun Baru, kami akan keliling di Kota Semarang. Jika masih didapati aktivitas dan kerumunan di jalanan, maka akan langsung kami bubarkan,” tandas Fajar.

Selain membubarkan kerumunan di jalanan, penegakkan Perwal 57 Tahun 2020 juga akan dilaksanakan pada tempat-tempat usaha, kafe, karaoke, PKL dan lainnya.

“Di dalam Perwal tersebut jelas mengatur jam operasional tempat usaha. Di mana pada Perwal tersebut, tempat usaha hanya diperbolehkan buka sampai pukul 23.00 WIB, jika masih didapati pelanggaran jam operasional, maka akan langsung dibubarkan dan tindakan tegas lainnya,” tandas Fajar lagi.

Sementara bagi umat Kristiani yang melaksanakan peribadatan Natal, diharapkan juga tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat, sebagai langkah pencegahan sebaran Covid-19 di Kota Semarang.

“Mari kita sama-sama taati Perwal 57 Tahun 2020 ini, karena imbauan Gubernur Jateng, Polda Jateng juga mengarah hal yang sama. Dipersilakan merayakan Natal dan Tahun Baru, tapi harus tetap mentaati Perwal 57 Tahun 2020,” harapnya.

Lebih jauh Fajar menegaskan, jika tidak mengindahkan aturan tersebut, dipastikan pihaknya bersama Tim Satgas Covid-19 akan hadir dan melakukan tindakan tegas.

“Hal ini dilakukan karena kami (Pemkot Semarang) menginginkan Tahun 2021 bisa Zerro Covid-19 dan semakin ke depan diharapkan semakin sadar melakukan protokol kesehatan untuk mencegah sebaran Covid-19 dengan kehidupan baru, sehingga tahun 2021 bisa normal kembali tanpa ketakutan dengan Pandemi Covid-19,” pungkas Fajar.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.