in

Satpol PP Kendal Segel Tempat Usaha Pencucian Pasir Di Weleri

Penutupan usaha pencucian pasir di Desa Bumiayu Kecamatan Weleri, Kendal, Selasa (7/9/2021).

 

HALO KENDAL – Dianggap tidak memiliki izin, usaha pencucian pasir PT Sumur Pitu di Desa Bumiayu Kecamatan Weleri, ditutup oleh petugas gabungan, Selasa (7/9/2021).

Penutupan dilakukan oleh Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kendal.

Kabid Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP dan Damkar Kendal, Seto Aryono mengatakan, penutupan terpaksa dilakukan karena usaha tersebut diduga belum mengantongi izin usaha.

Seto menjelaskan, pada prinsipnya Satpol PP dan Damkar hanya menegakkan peraturan daerah.

Dirinya menyebut, manakala pelaku usaha tidak bisa menunjukkan izin usaha, maka dari DPMPTSP dan Dinas Lingkungan Hidup akan menutupnya.

“Seharusnya pelaku usaha mengurus izin dulu di kedua kantor tersebut,” tandasnya.

Untuk itulah, dalam penindakan, juga menghadirkan dari Lingkungan Hidup (LH) dan DPMPTSP.

“Pada prinsipnya kita akan menindak lanjuti, semua laporan dari masyarakat. Jadi jika itu usaha tidak punya izin, maka kami tutup,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pengawas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Yogi menambahkan, dari hasil temuan kemarin di lapangan, memang usaha ini baru mengajukan izin prinsip, sama informasi tata ruang.

“Tujuan awal untuk izin operasional. Kalau izin prinsip dan Izin Tata Ruang (ITR), itu bukan izin untuk melakukan usaha atau kegiatan itu baru izin awal saja,” jelasnya.

Jadi pihak DLH bertindak normatif, ketika usaha atau kegiatan belum ada izin operasional maka akan ditutup sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada.

“Sekalian juga ini pas ada aduan dari masyarakat yang keberatan atas adanya usaha tersebut,” imbuhnya.

Yogi juga mengatakan, menjadi penting ketika ada hal-hal yang tidak sesuai di lapangan bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, namun juga masyarakat maupun dari pengusaha.

“Jadi harus bisa memberikan informasi yang benar dan kita saling mengawasi sama sama,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota BPR Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri, Siti Akhidah berharap, segera ada solusi bagi kedua belah pihak atas persoalan ini.

“Mudah mudahan segera ada solusi yang baik untuk kedua belah pihak yang sesuai dengan aturan. Baik warga maupun pengusaha,” tukasnya.(HS)

Share This

Dugaan Pemukulan Senior Taruna Sekolah Pelayaran yang Berujung Kematian

Santai Dulu sebelum Ladeni Adesanya