in

Satgas PPKM Mikro Dirikan Dapur Umum Di Karangsari

Aktivitas dapur umum untuk melayani warga yang terpapar Covid-19, di Kelurahan Karangsari, Rabu (9/6/2021).

 

HALO KENDAL – Dapur umum dibuat oleh Satgas PPKM Mikro Kelurahan Karangsari, untuk melayani warga yang terpapar Covid-19 di RT 01 RW 04 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Rabu (9/6/2021).

Dapur umum didirikan di SD Karangsari 3 tersebut akan berjalan selama 14 ke depan, untuk melayani warga di wilayah RT 01 RW 04 yang menjalani lockdown.

Pendirian dapur umum, dengan melibatkan tenaga ibu-ibu PKK, Karang Taruna dan relawan, yang didampingi perangkat kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Pemberlakuan lockdown di satu wilayah RT tersebut dilakukan, setelah diketahui hasil tes swab terdapat 78 warga yang positif terpapar Covid-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga di satu RT di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal diduga terpapar dari salah satu warga yang ikut rombongan takziah.

Dalam rombongan takziah satu mobil angkutan tersebut, diduga salah satu penumpangnya dalam kondisi sakit batuk, namun tidak menggunakan masker. Kepala Kelurahan Karangsari, Gatot Tunggul Wulung mengatakan, untuk pengadaan logistik kebutuhan dapur, pihaknya mendapat bantuan dari Baznas Kendal.

“Selain itu, kami juga akan meminta bantuan CSR dari perusahaan setempat,” kata Gatot.

Gatot menambahkan, bagi warga yang ingin membantu dipersilakan untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid maupun dengan pihak kelurahan.

“Sehingga bantuan yang diberikan bisa benar-benar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang petugas dapur umum, Kasmini dari PKK setempat mengatakan, penyaluran makanan diberikan tiga hari sekali.

“Yakni untuk makan pagi, siang dan makan malam. Setiap hari nanti akan berganti-ganti menu supaya tidak bosan,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam sekali masak nasi, pihaknya memasak 25 kilogram beras, yang kemudian dibagi menjadi 200 bungkus dan siap dibagikan kepada warga yang terpapar Covid-19.

“Jadi dalam sehari, paling tidak menbutuhkan beras 75 kilogram atau 600 bungkus nasi plus lauknya,” terang Kasmini.

Selain bantuan makanan, warga juga mendapatkan bantuan vitamin dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Setempat.

Warga juga akan dipantau secara ketat, supaya terus mematuhi protokol kesehatan.(HS)

Share This

Ganjar Jenguk Pasien Covid di Donohudan, “Menunya Jangan Ayam Terus Pak, Mbok Ganti Lodeh Sama Tempe”

Pemkot Semarang Antisipasi Naiknya Covid-19 Dampak Kasus Kudus