in

Satgas Minta Tak Ada yang Ambil Keuntungan Pribadi Manfaatkan PMK

Prof Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan PMK di Jakarta, pada Selasa (26/7). (Foto : bnpb.go.id)

 

HALO SEMARANG – Satgas Pengendalian Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), meminta semua pihak untuk tidak mengambil keuntungan pribadi, terkait penanganan PMK. Jangan sampai ada yang memanfaatkan ketidaktahuan para peternak, menakut-nakuti peternak, dengan tujuan membeli ternak dengan harga murah.

Hal itu diungkap Koordinator Tim Pakar dan Penanganan PMK, Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan PMK, Selasa (26/7).

Menurut dia, satgas di daerah, akan selalu mengawas seluruh proses penanganan PMK.

“Kami memohon kepada Satgas Pengendalian PMK di daerah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, untuk selalu memperketat pengawasan, dan menertibkan pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi, dari situasi wabah PMK ini,” kata Wiku, seperti dirilis bnpb.go.id, Rabu (27/7/2022)

Lebih lanjut dia juga menyampaikan kekhawatiran, adanya pihak-pihak yang tidak menerapkan pengamanan biosecurity yang baik. Seperti keluar masuk dari dan ke dalam kandang tanpa melihat kondisi hewan yang ada di dalam kandang, sehingga mereka berisiko dapat membawa virus ke hewan ternak rentan PMK yang sehat.

Menurutnya penerapan biosecurity yang ketat dan tepat, menjadi salah satu upaya penting memutus mata rantai penyebaran PMK.

Antara lain dengan desinfeksi berkala pada area dan alat-alat di peternakan. Hal ini dapat menggunakan bahan-bahan kimia yang mudah dan murah seperti asam sitrat dan asam borat. Kemudian, menerapkan pembatasan pengunjung untuk menekan penyebaran PMK oleh manusia.

“Perlu diperhatikan juga bahwa setiap orang yang ingin memasuki area peternakan tidak diperbolehkan mengenakan pakaian atau atribut yang sama untuk mendatangi beberapa kandang. Sehingga dapat mengurangi risiko virus PMK terbawa dan menginfeksi hewan ternak rentan,” lanjutnya.

Masyarakat diharapkan tidak khawatir berlebihan, dengan penanganan yang tepat PMK dapat disembuhkan.

Oleh karena itu peternak harus proaktif melapor kepada petugas jika mendapati gejala PMK pada ternaknya. Agar ternak yang diduga terinfeksi PMK segera dilakukan pemeriksaan fisik dan pengobatan oleh medik veteriner dan paramedik veteriner.

Untuk itu, penanganan PMK sangat penting karena wabah ini sangat berdampak pada perekonomian nasional. Banyak peternak yang penghasilannya bergantung pada hewan ternak atau produk dari hewan ternaknya. Sehingga wabah PMK ini tentunya berdampak langsung bagi mata pencaharian utama para peternak.

“Oleh karena itu, masyarakat bersama-sama dengan pemerintah harus peduli akan wabah PMK ini dan turut serta dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Selain itu, kami mengimbau kepada para Satgas dan petugas terkait di lapangan untuk menerapkan tindak pengamanan biosecurity yang ketat juga saat bertugas di area peternakan,” kata Wiku. (HS-08)

Tinjau Penanganan PMK, Kepala BNPB Letjen Suharyanto Apresiasi Jogo Ternak di Jateng

Cegah Kekerasan dan Perundungan Anak, Ganjar Luncurkan Aplikasi Jogo Konco