in

Satgas Covid-19 Tetapkan Karantina Lima Hari untuk Semua Jenis Perjalanan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito SE MM. (Foto : Covid19.go.id)

 

HALO SEMARANG – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, menetapkan masa karantina lima hari untuk semua jenis perjalanan internasional. Ketentuan yang terdapat dalam Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini, berlaku efektif mulai 14 Oktober 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito SE MM mengemukakan surat edaran tersebut juga akan dievaluasi lebih lanjut, disesuaikan dengan perkembangan terakhir di lapangan, atau hasil evaluasi dari kementerian/lembaga terkait.

Dengan diberlakukannya SE No. 20/2021 ini maka SE No 18/2021, Addendum Surat Edaran Nomor 18 tahun 2021, dan Addendum Kedua Surat Edaran No.18 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Surat Edaran ini dimaksudkan untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19. Tujuannya untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19,” kata Ganip Warsito, di Jakarta, Kamis (14/10), seperti dirilis Covid19.go.id.

Adapun polin penting dalam SE tersebut, terdapat perubahan pengaturan karantina dari 8 x 24 jam menjadi 5 x 24 jam untuk seluruh jenis pelaku perjalanan. Dengan kata lain semua pelaku perjalanan dari luar negari, ketika tiba di Indonesia, wajib menjalani karantina selama lima hari.

Pelaku perjalanan jug wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin dosis lengkap, minimal 14 hari sebelum keberangkatan. Kartu atau sertifikat vaksin ini wajib dilampirkan dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal.

WNA dengan tujuan perjalanan wisata, dapat masuk ke Indonesia melalui entry point bandara di Bali dan Kepulauan Riau. Selain bukti vaksin dan hasil RT-PCR maksimal 3×24 jam, pelaku perjalanan juga wajib melampirkan sejumlah dokumen.

Masing-masing adalah visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya yang berlaku untuk WNA; bukti kepemilikan asuransi senilai USD 100.000 yang menanggung pembiayaan untuk Covid-19; dan bukti booking tempat akomodasi selama menetap di Indonesia.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito SE MM juga mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional. Keputusan ini efektif berlaku sejak 13 Oktober sampai dengan 31 Desember 2021.

Dalam SK ini, Kasatgas menetapkan dua bandar udara (Soekarno Hatta dan Samratulangi) , tiga Pelabuhan laut (Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan), dan dua Pos Lintas Batas Negara (Aruk dan Entikong) sebagai entry point bagi warga negara pelaku perjalanan internasional.

SK ini juga menetapkan Wisma Pademangan sebagai tempat karantina WNI pelaku perjalanan internasional, yang masuk melalui entry point Bandara Soekarno Hatta, Banten yang pelayanannya mencakup penginapan, transportasi, makan, dan biaya RT-PCR.

Tempat karantina ini khusus ditujukan unutk WNI yang berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia yang Kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.

Juga untuk pelajar/mahasiswa yang Kembali ke Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri.

“Dengan ditetapkannya keputusan ini, maka Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negera Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” kata Ganip. (HS-08)

Share This

Tim Krisis Kemenag Diminta Persiapkan Kemungkinan Pemberangkatan Haji 1443 H

Cegah Naiknya Level Covid, Pemkab Kendal Gelar Rakor Bersama Pelaku Wisata