Satgas Covid-19: Jangan Takut dan Ragu Karena Vaksin Aman dan Halal

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito (Foto:covid19.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah tengah memastikan vaksin yang akan digunakan aman dan efektif. Pemerintah juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk memastikan vaksin yang digunakan halal. Karena itu ketika vaksin sudah siap didistribusikan, masyarakat tidak perlu khawatir atau ragu-ragu.

Penegasan itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Kamis (19/11) di Kantor Presiden, sebagaimana dipublikasikan laman covid19.go.id.

Vaksin yang digunakan, nanti sudah lulus uji klinis tahap 3, dan menerima emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) serta terdaftar di World Health Organization (WHO).

“Uji klinis merupakan tahap yang harus dilalui setiap vaksin untuk memastikan aman digunakan manusia dan memiliki efektivitas menghasilkan imunitas tubuh terhadap Covid-19,” ungkap

Lanjut dia, pengembangan vaksin Covid-19 telah melibatkan para pakar bidang kesehatan dan WHO. Hal ini untuk memonitor dan memastikan bahwa vaksin ini aman digunakan.

Selain itu, kerja sama yang erat, dijalin untuk menginvestigasi dan mengkomunikasikan isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin. Jika ditemukan isu-isu yang perlu ditindaklanjuti, maka pemerintah akan melaporkan ke WHO dan akan dievaluasi oleh Global Advisory Comitte on Vaccine Safety.

Untuk memastikan kesiapan program vaksinasi Covid-19, Rabu lalu (18/11), Presiden Joko Widodo juga sudah meninjau simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Puskesmas Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dari simulasi itu, masyarakat mengikuti seluruh tahapan vaksinasi dari mulai pendaftaran dan memperoleh vaksinasi. Setelah vaksinasi, peserta juga tidak boleh pulang. Dia harus menunggu selama 30 menit di lokasi, untuk melihat reaksi penyuntikan.

Selain itu penetapan regulasi pengadaan vaksin yang dilakukan pemerintah sudah mengikuti standar internasional yang berlaku. Alur perizinan produksi, maupun izin edar juga dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan dan kesesuaian vaksin dengan standar yang berlaku.

“Sekali lagi saya tekankan, vaksin yang akan digunakan nanti aman. Efek samping yang terjadi, hanya bersifat minor dan sementara. Efek samping yang sangat besar sangat jarang ditemui, kita selalu memonitor dan mengantisipasi  semua keadaan ini. Vaksin juga dapat melindungi diri kita dan orang lain yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan tertentu,” tegas Wiku. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.