Satgas Covid-19 Boyolali Bubarkan Hajatan

Suasana Pasar Tradisional di Boyolali. Terlihat sebagian warga masih tidak mengenakan masker. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali, terpaksa membubarkan acara hajatan di empat tempat, yaitu di Gedung PGRI dan Dukuh Rejosari, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali; Desa Musuk, Kecamatan Musuk; serta hajatan di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo.

“Terpaksa dibubarkan karena melanggar aturan. Di mana jumlah tamu melebihi ketentuan, maksimal 30 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Kasi Operasi dan Pengendalian Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Boyolali, Moch Supriyatin, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Sementara itu, gerakan “Jateng di Rumah Saja” ternyata tidak berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat. Warga tetap beraktifitas seperti biasa.

Pantauan Minggu (7/2) di Pasar Pipo atau Pasar Pengging Baru, Kecamatan Banyudono terlihat ramai. Bahkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berderet membuka lapak di sepanjang jalan menuju pasar tersebut.

Keramaian terjadi karena hari itu bertepatan dengan hari pasaran Wage. Keramaian pasar juga terlihat di bagian pasar hewan yang berada di sisi timur Pasar Pengging Baru. Pedagang unggas dan kambing berbaur dengan para pembeli.

“Ya tetap jualan apalagi pasaran Wage, pasar semakin ramai. Kalau tidak jualan, ya tidak dapat uang untuk kebutuhan dapur. Yang penting tetap patuh memakai masker,” ujar Patmi (51), salah satu pedagang.

Keramaian juga terlihat di Alun-alun Pengging, yang merupakan bekas Pasar Pengging lama. Ratusan pengunjung terlihat bersantai, bahkan sebagian bersama keluarga. Para pesepeda juga terlihat bersantai dan beristirahat di lokasi tersebut.

Keramaian juga terlihat di sejumlah pasar tradisional lainya. Salah satunya di Pasar Kota Boyolali. Pedagang tetap berjualan seperti hari biasa. Namun demikian, pedagang mengakui jumlah pengunjung berkurang.

“Tetap jualan, namun pembeli berkurang. Mungkin karena semula mereka mengira pasar ditutup,” ujar Sri, penjual sayuran.

Selain itu kondisi lalu lintas juga terlihat ramai. Bahkan, sejumlah warga terlihat bersepeda santai memutari kawasan Simpang Siaga. Namun sangat disayangkan, sebagian pesepeda mengabaikan aturan untuk menggunakan masker. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.