in

Sarguge di Kudus, Pasar Unik Kolaborasi Nilai Budaya dan Ekonomi

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo meninjau sarguge di Sendang Widodari, untuk melihat potensi produk lokal dan kuliner warga Desa Menawan. (Foto : Laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Berbagai inovasi terus dimunculkan demi membangkitkan gairah ekonomi masyarakat. Seperti yang ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Menawan dengan menggelar Pasar Minggu Wage (Sarguge) di Sendang Widodari.

Dengan konsep menjunjung budaya lokal, aneka produk kerajinan dan kuliner tradisional dijajakan guna menjadi daya tarik wisata.

Keunikan Sarguge pun mampu menarik rasa penasaran Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo dalam kunjungannya untuk meninjau potensi produk lokal dan kuliner.

“Ide dan gagasan yang menurut saya sangat cerdas dan tepat, di mana ide ini muncul akibat dari kondisi pandemi Covid-19 berdampak di sektor ekonomi. Kiranya dapat menjadi salah satu penyemangat warga untuk bangkit di tengah keterbatasan,” kata dia seperti dirilis laman resmi Pemkab Kudus, Senin (11/10).

Pihaknya sangat mengapresiasi kreasi dan inovasi produk kerajinan yang ditampilkan. Menurut Mawar Hartopo, Desa Menawan masih mempunyai potensi keunggulan lokal yang dapat digali dan dikembangkan, dengan harapan mampu menarik wisatawan bahkan dari luar daerah.

“Harapannya dikembangkan terus dengan ide dan inovasi yang mampu membangkitkan pariwisata, sehingga tak hanya dikunjungi warga lokal tetapi mampu menarik wisatawan dari luar daerah,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya berharap agar kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam rangka peningkatan kesejahteraan. Hal ini karena Kabupaten Kudus memiliki kekayaan budaya yang bernuansa religi, apabila dikemas secara apik mampu menghasilkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Semua ini tak lepas dari dukungan semua pihak, baik dari Pemerintah Desa Menawan, Pokdawis, Kader PKK dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, harapannya bisa menjadi pilot project, percontohan desa yang inovatif, serta bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain,” jata dia. (HS-08)

Share This

Penumpang BRT Keluhkan Kedatangan Bus di Shelter Sering Terlambat

Wabup : Pencak Silat Jangan Sekadar Jadi Ekstrakurikuler