SAR Himalawu Sragen Kirim 22 Sukarelawan ke Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Merapi

Apel pemberangkatan anggota SAR ke Merapi oleh SAR Himalawu Sragen. (Foto:Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Sebanyak 22 sukarelawan dari sejumlah organisasi search and rescue (SAR) di Kabupaten Sragen, di bawah koordinasi SAR Himalawu, diberangkatkan ke lokasi rawan terdampak erupsi Merapi di Kabupaten Boyolali.

Pemberangkatan para sukarelawan itu, diawali dengan apel dan pengarahan oleh Ketua SAR Himalawu Sragen Tri Harsono dan Komandan Operasional SAR Himalawu Sragen Yanuar Union Wicaksono.

Ke-22 sukarelawan dari Sragen tersebut, kemudian bergabung dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) di Solo, dan selanjutnya mengikuti rapid test terlebih dulu di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, sebelum ditugaskan ke wilayah Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Ketua SAR Himalawu Sragen, Tri Harsono mengatakan sukarelawan yang diberangkatkan untuk aksi sosial di lokasi rawan terdampak bencana erupsi Gunung Merapi itu, sebelumnya melalui proses seleksi dan harus memiliki kemampuan SAR.

“Terima kasih atas partisipasi semuanya untuk siaga Merapi. Himalawu ditunjuk sebagai koordinator seluruh sukarelawan di Sragen, yang berangkat ke Merapi. Ketika berangkat bersama bukan mengatasnamakan Himalawu dan sebagainya tetapi membawa nama Sragen. Koordinasi itu bertujuan agar semua terkendali dan satu kendali,” pesan Tri saat memberikan pengarahan, Jumat (20/11)..

Dirinya berpesan agar para sukarelawan selama di lokasi bencana jangan bergerak semaunya sendiri.

“Mohon teman-teman dalam bergerak tunggu perintah karena erupsi Merapi tidak bisa diprediksi,” lanjutnya.

Sementara, Komandan Operasional SAR Himalawu Sragen, Yanuar Union Wicaksono merinci puluhan sukarelawan SAR yang berangkat ke lokasi terdampak Gunung Merapi, di antaranya ada dari Himalawu sebagai koordinator, Bagana (4 orang), Poldes (3 orang), Kompas (2 orang), SAR Sumberlawang (6 orang), dan SAR Wong Salam (3 orang).

“Ini sudah pengiriman yang ketiga, pengiriman pertama dan kedua masing-masing 15 orang. Kami akan bergabung dengan ratusan sukarelawan yang ada di Selo, Boyolali. Ya, untuk protokol kesehatan, kami nantinya harus ikut rapid test di BPBD Boyolali. Selama ini semua sukarelawan dari Sragen tidak ada yang reaktif,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.