Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

SAR Hidayatullah-BMH Adakan Diklat SAR untuk Dai Muda Se-Jateng

Salah satu peserta kegiatan diklat SAR Hidayatullah yang mengikuti pelatihan di Semarang sejak Senin (11/11/19) hingga Kamis, (14/11/19).

 

HALO SEMARANG – Secara morfologi Indonesia dikenal dengan jalur segitiga lempeng tektonik aktif di dunia, yang sangat rentan dengan bencana. Mencermati hal itu, salah satu langkah antisipatif yakni dengan cara membina warga, khususnya para pemuda yang siap akan beragam tantangan kebencanaan.

Hal inilah yang disadari oleh SAR Hidayatullah Jawa Tengah untuk dapat menyiapkan sumber daya insani yang terampil dan profesional dalam penanganan bencana alam. Maka untuk itu mereka menggelar kegiatan diklat SAR selama empat hari di Semarang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembina SAR Hidayatullah sekaligus Pengurus DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Ust Nur Said Abdullah di Semarang, Senin (11/11/19). Diklat berlangsung hingga Kamis, (14/11/19).

Sebanyak 35 da’i muda utusan dari beberapa daerah di Jawa Tengah mengikuti rangkaian diklat tahun 2019 tersebut.

“Diklat ini dilaksanakan sebagai pendidikan dasar bagi para da’i muda untuk secara aktif menjadi bagian dalam proses evakuasi saat terjadi insiden di tengah-tengah tugas dakwah rutin yang melekat pada mereka,” kata Ketua SAR Hidayatullah Jawa Tengah, Isyfa Maulana, dari rilis yang diterima halosemarang.id.

“Semoga kehadiran tim SAR dalam kerja-kerja kemanusiaan terus terjaga. Diklat-diklat seperti ini semoga ke depan lebih tertata dengan baik dan lebih massif. Agar tenaga-tenaga terampil saat dibutuhkan benar-benar bisa dimaksimalkan untuk kepentingan umat,” tegas Instruktur SAR Nasional Hidayatullah, Ahmad Hamim.

Lebih jauh, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, Ust Ahmad Suwarno, MPI sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan SAR Hidayatullah Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, selama empat hari ini, para da’i-da’i muda dibekali berbagai materi dalam pelatihan dasar SAR Hidayatullah. Semoga pelatihan ini nantinya akan terus diulang secara bertahap dalam upaya menjaga ilmu tetap dapat dimanfaatkan pada saat-saat tertentu. Sebagai da’i yang hidup di tengah-tengah umat, harus serba bisa dalam memberikan manfaat untuk umat. Nilai kita sebagai da’i harus mampu memberikan manfaat yang lebih,” tegasnya dalam sambutan penutupan diklat SAR Hidayatullah, Jawa Tengah.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang