Santunan Kematian Covid-19 Dibatalkan, Dewan Dorong Pemkot Semarang Beri Bantuan untuk Ahli Waris

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo.

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo menanggapi mengenai batalnya santunan bagi ahli waris yang keluarganya meninggal dunia karena Covid-19.

Padahal sebelumnya, ahli waris korban corona mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta dari Kemensos.

Pembatalan menyusul adanya edaran dari Kementrian Sosial (Kemensos) di mana santunan tidak dialokasikan pada anggaran APBN tahun 2021.

Dia mengaku kaget dan priharin saat mendapat informasi tersebut. Pasalnya, santunan ini bisa menjadi angin segar bagi keluarga yang terkena musibah akibat Covid-19.

Dalam kondisi pandemi, menurutnya, ada sebagian ahli waris yang mengharapkan santunan tersebut. Namun ada pula ahli waris yang tidak mengharapkan.

“Secara sadar ada yang menganggap itu sesuatu yang besar. Bagi orang yang paham alur birokrasinya seperti apa, diurus dapet ya syukur, tidak juga tidak apa-apa,” ujar Rahmulyo, Selasa (2/3/2021).

Politisi PDIP tersebut berharap, Pemerintah Kota Semarang bisa mencari jalan keluar bagi ahli waris yang anggota keluarganya meninggal karena Covid-19.

Pemkot Semarang bisa memberi santunan menggunakan APBD sebagai bentuk empati dan simpati kepada ahli waris. Tentu, santunan tidak bisa sebesar Rp 15 juta sesuai dengan rencana Kementrian Sosial.

“Harapan saya seperti itu. Kami, DPRD khususnya saya Komisi D akan berdiskusi dengan Dinas Sosial untuk mencari jalan keluar yang terbaik seperti apa,” katanya.

Sedikitnya, ada sebanyak 584 ahli waris yang mengajukan bantuan santunan meninggal Covid-19 di Dinsos Kota Semarang.

Mereka berharap, ada kebijakan dari Pemkot Semarang terkait bantuan santunan tersebut, sehingga bisa dimanfaatkan oleh ahli waris.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.