Santri Menulis Sastra, Cabup Kendal Ustaz Ali: Tradisi Itu Sudah Ada di Pesantren

Pengumuman pemenang lomba penulisan esai dan cerpen memperingati Hari Santri oleh Pelataran Sastra Kaliwungu, Kamis (22/10/2020) malam.

 

HALO KENDAL – Tepat tanggal 22 Oktober 2020 yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Santri Nasional, menjadikan momen tersebut tidak dilewatkan oleh para kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kendal, untuk ikut memperingati dan mewarnai peringatan tersebut.

Seperti Calon Bupati Kendal nomor urut 2, Ali Nurudin yang mengapresiasi terselenggaranya lomba penulisan esai dan cerpen dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2020, yang dilaksanakan oleh komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK).

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena telah mengangkat nilai-nilai pesantren dalam bidang kesenian dan kebudayaan,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/10/2020).

Pengasuh pesantren Jabal Nur, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan tersebut mengatakan, tradisi menulis dalam dunia pesantren bukan hal asing.

Telah banyak penulis besar yang lahir dari kalangan pesantren.

“Salah satunya, Syekh Nawawi Al Bantani, yang telah menulis ratusan kitab menjadi rujukan, tidak hanya di tanah air tapi juga dibaca oleh umat muslim di Timur Tengah,” terangnya.

Ali Nurudin juga mengaku, kegiatan lomba menulis yang diadakan di Pelataran Sastra Kaliwungu ini, juga sebagai ruang yang sangat bagus untuk mengangkat nilai-nilai pesantren ke dalam sebuah karya, yang barangkali belum banyak diketahui oleh publik.

Calon bupati yang berpasangan dengan Yekti Handayani di Pilkada Kendal 2020 ini berharap, PSK bisa menjembatani minat para santri di Kendal dalam penulisan.

“Banyak hal menarik dari pesantren, baik itu tradisi maupun khasanah pemikiran. Yang ketika dituliskan akan menjadi buah karya yang akan memberikan wawasan baru bagi masyarakat,” imbuh Ustaz Ali.

Menurutnya, pesantren ada nadhom yang larik-lariknya menyerupai puisi, ada ilmu balaghah, ilmu bahasa Arab, yang berguna untuk membaca teks-teks dalam bahasa Arab yang penuh metafora.

“Jadi, sebenarnya ilmu dan tradisi menulis dan bersastra itu sangat kental di pesantren,” ujar santri dari ulama kharismatik KH Dimyati Rois, mustasyar PBNU tersebut.

Terpisah, Cawabup Yekti Handayani, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru selain sebagai pengusaha mengatakan, akan mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan, termasuk di kalangan pesantren.

“Insya-Allah jika Ustaz Ali dan saya mendapat amanah memimpin Kendal, kami akan berikan ruang-ruang bagi para pemuda, para santri, untuk mengaktualisasikan karyanya. Kegiatan kesenian dan kebudayaan akan kita support dan fasilitasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu, Bahrul Ulum A Malik mengatakan, lomba penulisan esai dan cerpen yang diselenggarakan oleh komunitasnya untuk menggali kembali nilai-nilai pesantren ke dalam sebuah karya tulisan.

“Kegiatan lomba penulisan yang kami gelar ini, diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Jawa,” terangnya saat acara Ngopi Sastra yang merupakan acara rutinan dari PSK, digelar Kamis (22/10/2020) malam.

Acara Ngopi Sastra sekaligus pengumuman pemenang, digelar di teras budaya Prof Mudjahirin Tohir di Desa Kutoharjo, Kaliwungu tersebut, juga dihadiri oleh seniman pesantren Kiai Budi Hardjono dari Semarang dan Gus Usman Arumi asal Demak, yang juga alumni pesantren Alfadlu Kaliwungu.

Menurutnya, tema yang diangkat ‘Nurani Santri dalam Narasi’ untuk menyuarakan buah pemikiran dari para santri ke dalam tulisan. Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengangkat nilai dan tradisi pesantren.

“Kita ketahui Kaliwungu khususnya, dan masyarakat Kendal lebih luas, yang notabene masyarakat pesantren, tentunya punya pengalaman yang menarik ketika diangkat dalam sebuah tulisan,” ungkapnya.

Disinggung soal momen Pilkada, santri asal Kaliwungu yang telah meraih sejumlah penghargaan penulisan ini berharap, dapat memiliki bupati dan wakil bupati yang memiliki kepedulian terhadap kesenian dan kebudayaan.

Di samping itu, drinya juga berharap, pemerintah daerah perlu memberikan ruang-ruang bagi warganya untuk berkreativitas.

“Kami sampaikan terima kasih atas perhatian Pak Ustaz Ali dan Ibu Ani yang turut memberikan apresiasi atas kegiatan teman-teman PSK. Semoga beliau berdua terpilih, dan bisa membawa perubahan bagi Kendal untuk lebih baik lagi. Khususnya dukungan terhadap kegiatan kesenian dan kebudayaan,” pungkasnya. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.