in

Sandi Dorong Desa Wisata Pulihkan Ekonomi Bangsa lewat ADWI 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto : Kemenparekraf.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong desa-desa wisata ikut berkontribusi memulihkan perekonomian bangsa, melalui ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sandiaga mengatakan pengembangan desa wisata, merupakan program unggulan dari Kemenparekraf / Baparekraf, yang menjadi gerakan untuk memotivasi, dan menanamkan optimisme kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Lewat ADWI 2021, diharapkan desa wisata berkembang dan menopang perekonomian bangsa,” ungkap Sandiaga, seperti dirilis laman resmi Kemenparakraf.

Selain itu ajang ini juga diharapkan dapat menjadikan desa wisata sebagai tempat menumbuhkembangkan pelaku ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saingnya, melalui pembinaan kapasitas sumber daya manusia.

Sehingga desa wisata yang dikelola oleh para peserta ADWI, bisa menjadi desa wisata yang tangguh, berdaya saing, berkelas dunia, dan mampu membantu pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air.

“Kita juga meningkatkan digitalisasi dan kreativitas untuk meningkatkan keterampilan dalam menghadirkan konten-konten online yang menginspirasi. Sehingga mari kita tebarkan optimisme, tebarkan harapan, dan jangan patah semangat,” katanya.

Dalam acara Bimbingan Teknis dan Workshop Online ADWI 2021 Wilayah 2, Jumat (23/7), Sandiaga mengungkapkan ada sekitar 1.831 peserta ADWI 2021, yang menggaungkan pesan ke seluruh Indonesia, bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air siap bangkit,  dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan disiplin.

“Di masa pandemi ini protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) ini harus diperluas sehingga desa wisata bisa menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, menambahkan, penilaian ADWI 2021 didasarkan kepada empat pilar pengembangan pariwisata berkelanjutan. Keempat pilar tersebut adalah tata kelola, ekonomi, budaya, dan pelestarian lingkungan.

“Keempat pilar ini kemudian meliputi tujuh kategori penilaian yaitu homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE, serta konten kreatif, dan daya tarik wisata,” kata Vinsensius.

Vinsensius mengatakan, bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif terkait ketujuh kategori penilaian ini terhadap seluruh peserta. “Akhir kata saya ucapkan selamat berjuang bagi para peserta ADWI 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal untuk Indonesia Bangkit,” ujar Vinsensius.

Selain Sandiaga dan Vinsensius, acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani; Inspektur Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Restog Krisna Kusuma; dan Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; serta para peserta dan perwakilan pemerintah daerah wilayah 2 ADWI 2021 yang meliputi enam provinsi mencakup Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka-Belitung, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung. (HS-08)

Share This

Porinti Bagikan Paket Sembako untuk Komunitas Terdampak Pandemi

Polri dan Bea Cukai Dorong Masyarakat Agar Tidak Ragu Laporkan Penipuan Online