Sampah di Saluran Menumpuk Setiap Hari, DPUPR Kota Pekalongan Gencarkan Pembersihan

Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan membersihkan berbagai saluran di wilayah itu. Sampah-sampah itu kemudian diangkut tempat penampungan akhir. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan membersihkan berbagai saluran. Tumpukan sampah di saluran pula yang antara lain menjadi penyebab banjir di kota itu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin ST mengatakan pihaknya mengerahkan dump truk dan sepeda motor roda tiga beserta tenaga kebersihan, untuk mengambil sampah dari saluran-saluran itu.

Para petugas itu setiap hari mengecek berbagai saluran. Terdapat beberapa saluran yang telah dipasangi kisi-kisi penahan penahan sampah, seperti di Saluran Seruni ke timur menuju Kalibanger, di Saluran depan SD Poncol 2, dan di hilirnya di Saluran Klego yang menuju Saluran Pompa Klego yang berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur.

Disayangkan, walaupun pembersihan sudah dilakukan setiap hari, tetapi sampah masih tetap banyak terdapat di saluran-saluran tersebut.

“Sementara untuk di wilayah Barat dan Selatan sisi timur Saluran Larangan yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto posisinya di dekat Pom Bensin Kuripan yang hulunya berasal dari Warungasem juga dipasang kisi-kisi penahan sampah. Setiap hari ada petugas kebersihan di titik-titik tersebut dengan mengerahkan 1 dump truk untuk mengangkut sampah yang ada di saluran tersebut,” kata dia, Kamis (4/3), seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Khaerudin mengatakan pembersihan saluran juga dilakukan di saluran Podo Timur 7, yang berada di Bumirejo, berdekatan dengan Jalan Pelita II. Lokasi itu setiap dua hari juga disambangi dua petugas untuk membersihkan saluran.

Pembersihan rutin juga dilakukan di saluran di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat dan saluran Podotimur 8 di Jalan Ahmad Dahlan.

Untuk petugas kebersihan yang menggunakan sepeda motor roda tiga, berkeliling ke lokasi saluran drainase lainnya yang belum ditangani kru kebersihan yang menggunakan dump truck.

“Kami meminta masyarakat, jika ingin sistem drainase di Kota Pekalongan ini lancar dan tidak banjir, maka jangan membuang sampah sembarangan. Kru kami di lapangan sudah rutin membersihkan di titik-titik tersebut setiap dua hari dan masih menemui saluran-saluran yang dipenuhi sampah. Beberapa hari terakhir, kami juga menormalisasi saluran Kusuma Bangsa di Saluran Boyongsari. Saluran itu sebelumnya dipenuhi sampah dan tanaman perdu, namun sudah dibersihkan dan lancar kembali. Sampah-sampah yang berhasil terangkut, langsung kami bawa ke tempat penampungan akhir, agar tidak terlalu lama menumpuk di titik-titik pembersihan tersebut,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.