Sampah Berceceran di Tambakmulyo, Kampung Bahari Jadi Kumuh

Salah satu ceceran sampah terlihat di Jalan Tambakmulyo, menuju kawasan Kampung Bahari, Tambaklorok, Semarang Utara.

 

HALO SEMARANG – Di ruas jalan masuk Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, tepatnya di Jalan Tambakmulyo terlihat sampah yang menumpuk karena dibuang sembarangan.

Dari pantauan, sampah itu kemungkinan dibuang oleh warga sekitar yang beraktivitas tak jauh di Pasar Tambaklorok maupun sekitar ruko di Gang Terarai 1 wilayah setempat. Hal ini membuat lingkungan tersebut tak enak dipandang.

Sebab, jalan tersebut merupakan kawasan wisata Kampung Bahari, yang dibangun pemerintah pusat sekaligus untuk mengubah kampung nelayan yang dulunya dikenal kumuh menjadi lebih baik.

Salah satu warga, Suparjo (45) mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti siapa yang membuang sampah di area tersebut. Namun, kemungkinan adalah warga yang beraktivitas sekitar Pasar Tambaklorok.

“Memang ada warga yang sebagian┬áberaktivitas di Pasar Tambaklorok, untuk menjual ikan atau hasil tangkapan dari para nelayan,” katanya, Kamis (14/1/2021).

Dia menambahkan, seharusnya perlu adanya tempat pembungan sampah sementara di sekitar situ. Karena, saat ini banyak ruko dibangun untuk berjualan.

“Dan sekaligus agar warga tidak sulit untuk membuang sampah pada tempatnya. Mungkin warga tidak ingin repot mencari tempat sampah, jadi tinggal buang di depan tempat usahanya,” ujarnya.

Senada dengan warga lain, Agus, dirinya menyanyangkan hal ini, karena jika sampah dibiarkan seperti ini nantinya akan menumpuk dan menyebabkan kekumuhan.

Sumbatan sampah di saluran air juga dapat menyebabkan banjir kalau terjadi hujan deras. Karena sampah ini tentu akan membuat selokan mampet, sehingga meluber ke jalan.

Belum lagi, sampah yang dibuang sembarangan akan mencemari lingkungan sekitar karena mengeluarkan bau tak sedap.

“Seharusnya pemerintah terutama dinas terkait atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa menyediakan tempat pembuangan sampah sementara terutama di sekitar pusat keramaian dan tempat aktivitas berjualan warga. Seperti dekat Pasar Tambaklorok, maupun di sepanjang ruko di Jalan Tambakmulyo,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.