in

Sambut Perayaan Imlek, Begini Imbauan Dewan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto, saat diwawancarai awak media, belum lama ini.

HALO SEMARANG – Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2575 kongzili yang jatuh pada 10 Februari 2024, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengimbau masyarakat terutama warga yang merayakannya, untuk menjaga kerukunan dan kondusifitas di lingkungan masing-masing. Sebab, momen Hari Raya Imlek merupakan sarana untuk berkumpul bersama keluarga dan merekatkan kembali hubungan kerabat yang terpisah oleh jarak.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto mengatakan, dirinya juga meminta masyarakat dalam menggelar perayaan Imlek terus menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan agar situasi di lingkungan aman dan kondusif. Mengingat perayaan Imlek kali ini berbarengan dengan suasana perhelatan Pemilu 2024.

“Saya imbau dalam merayakan kegiatan Imlek, kita bersama- sama menjaga situasi aman, karena juga bareng dengan suasana Pemilu. Dan jangan sampai perayaan Imlek justru ditumpangi dengan kepentingan lain seperti kegiatan kampanye dari partai politik (Parpol),” katanya.

“Masyarakat yang merayakan pasti sudah tahu betul. Apalagi, Hari Raya Imlek merupakan sebuah perayaan suci atau sakral, sehingga perlu dijaga situasi di Kota Semarang ini biar kondusif,” paparnya.

Selain itu, Liluk, sapaan akrabnya, pun menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Imlek bagi warga yang merayakannya.

“Selamat Hari Raya Imlek bagi warga yang merayakan. Mari kita jaga bersama sama situasi di Kota Semarang agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komunitas Pecinan (Kopi) Semawis Semarang, Harjanto Halim mengatakan dalam menyambut Tahun Baru Imlek tahun ini atau tahun Naga Kayu, dengan mempercantik Kawasan Pecinan Semarang. Mulai dengan memasang ratusan lampion di sepanjang gang atau jalan gang Warung sampai gang Baru.

Pihaknya juga menghias tampilan gerbang masuk Kawasan Pecinan dan sudut-sudut gang sehingga menambah suasana kemeriahan Imlek makin terasa.

“Lampion-lampion sudah mulai dipasang. Ada 500 lampion di sana, kalau megah tidak yang penting meriah,” katanya, Selasa (6/2/2024).

Sejumlah aktivitas warga juga nampak berbenah di kelenteng guna mempercantik bangunan tempat ibadah. Lalu warga menggelar upacara atau tradisi ketuk pintu sebagai penanda bahwa Imlek mulai datang yang digelar di Kelenteng Tay Kak Sie pada Sabtu (3/2).

Dia juga menyebut, kesadaran warga mulai dibangkitkan akan pentingnya kebersihan dan kerapian melalui lomba menghias rumahnya masing-masing.

“Kami juga melihat ada tembok-tembok kotor  daerah-daerah kumuh, kalau dibetulkan terus dipakai lagi tidak ada faedahnya. Jadi dibersihkan kemudian digambar membuat lebih indah dan tidak kumuh lagi, bisa jadi spot-spot foto,” ujarnya.

Termasuk tugu putih di persimpangan Jalan Gambiran dan Gang Pinggir dihias menyesuaikan shio tahun ini. Tugu Gambiran, begitu masyarakat setempat menyebutnya, dihias dengan ornamen lilitan naga raksasa berkelir merah muda. (HS-06)

Polres Rembang Pantau Pendistribusian Logistik Pemilu Dari Gudang KPU ke PPK Kecamatan

Cegah Abrasi di Pantai Utara Jateng, Pemprov Jateng Ajak Masyarakat Tanam Pohon