in

Sambut Hari Anti Narkotika Internasional, BNNP Jateng Tegaskan War On Drugs

Foto ilustrasi razia narkoba.

 

HALO SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menyatakan terus melawan atau perang terhadap narkotika (war on drugs). Hal itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Purwo Cahyoko, saat dihubungi halosemarang, Rabu (23/6/2021).

Purwo mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 pada tanggal 26 Juni besok, pihaknya akan menggiatkan program Desa Bersinar atau Desa Bersih dari Narkoba.

Adanya program tersebut diharapkan dapat menanggulangi penyalahgunaan narkotika dengan melibatkan peran masyarakat secara langsung. Sehingga keinginan Indonesia bersih narkotika akan dapat terwujud.

“Kita berharap desa bergerak, Indonesia bersih narkotika. Artinya kita akan menjadikan desa-desa ini desa bersinar, desa yang bersih narkoba. Apabila desa-desa sudah punya kekuatan melawan narkoba dan narkotika secara mandiri, Indonesia bersih dari narkoba akan terwujud,” tutur Purwo.

Purwo menambahkan, selain dibutuhkan peran masyarakat, aparat pemerintahan baik dari tingkat pusat maupun daerah juga dilibatkan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), lanjutnya, juga telah memberikan dukungan secara penuh dengan mengeluarkan Peraturan Daerah tentang melawan narkotika.

“Pemprov Jateng, Pak Gubernur Ganjar sudah menyambut baik dengan sudah mengeluarkan Perda. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan Pergub tentang fasilitasi terhadap pelaksanaan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Jateng cukup tinggi, mencapai 1,3 persen atau menyentuh 195.081 jiwa. Bahkan, dari tahun 2020 sampai bulan Juni tahun ini atau pada masa pandemi Covid-19 ada kenaikan sekitar dua persen.

“Kalau di Jawa Tengah ini prevalensi penyalahgunaan narkoba cukup tinggi, 1,3 persen atau 195.081 jiwa, lalu peningkatan sekitar dua persen,” kata Purwo.

Purwo menyebut, narkotika telah rata menjangkiti seluruh lapisan masyarakat. Salah satu yang ia soroti adalah generasi X, Y, Z yang merupakan harapan bangsa Indonesia di tahun 2035-2040 mendatang.

“Hampir merata, ada pekerja, mahasiswa, anak sekolah, hingga pengangguran. Tapi yang menjadi target utama adalah anak-anak terutama generasi X, Y, Z, karena generasi ini pada tahun 2035-2040 menjadi generasi yang dianggap bonus demografi, masyarakat yang berproduktif akan lebih banyak dibandingkan tidak produktif,” tuturnya.

Jenis barang haram yang mayoritas ditemukan BNN Provinsi Jateng, lanjutnya, adalah ganja, sabu-sabu, dan tembakau sintetis gorila. Dalam hal ini, ia membeberkan, penyalahgunaan narkoba dan narkotika pada generasi saat ini akibat dari salahnya pergaulan.

“Mereka biasanya coba pakai, faktor lingkungan, biasa kalau anak-anak punya kelompok kalau tidak masuk dalam kebiasaan dianggap tidak keren,” tutupnya.(HS)

Share This

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Bupati Karanganyar Minta Perketat Protokol Kesehatan dan Tambah Tempat Tidur

Kapolda Jateng Minta Para Ahli Kesehatan Ikut Mengupayakan Percepatan Penanganan Covid-19