in

Sambil Menunggu Buka Puasa, Pecinta Hewan Di Semarang Ngabuburit Dengan Memberi Makan Kucing Liar

Pecinta Hewan di Semarang sambil menunggu buka puasa memilih melakukan kegiatan peduli hewan dengan memberi makan kucing liar, Rabu (21/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Sambil menunggu berbuka puasa, para pecinta hewan di Kota Semarang memilih melakukan kegiatan peduli hewan dengan memberi pakan kepada sejumlah kucing liar.

Mereka menyasar tujuh tempat di Kecamatan Banyumanik yang dihuni kucing liar seperti pasar, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), gedung terbengkalai, dan lainnya.

Tak hanya itu, mereka tak tanggung-tanggung juga memberi doping, vitamin, dan membawanya ke kandang rehab saat ada kucing liar membutuhkan penangan medis lanjutan karena sakit.

Pencinta hewan jalanan, Tono mengatakan, kegiatan ngabuburit sembari memberi pakan kucing liar rutin dilakukan selama Ramadan.

Dia mengatakan, biasanya kegiatan tersebut rutin dilakukan pada malam hari mulai pukul 21.00. Namun berhubung Ramadan digeser ke waktu lebih awal.

“Nanti malam kami keliling lagi hingga waktu menjelang sahur,” ucapnya Rabu (21/4/2021) sore.

Dia berharap dari kegiatan itu dapat dikuti oleh pencinta kucing untuk melakukan hal yang sama di masing-masing wilayahnya.

Pasalnya, kata dia, kucing liar dengan kondisi mengenaskan banyak ditemukan di jalanan Kota Semarang. Hal itu dikarenakan banyaknya kucing dibuang sembarangan oleh orang tak bertanggung jawab.

Mereka berpikir membuang kucing di tempat sampah atau pasar telah menyelesaikan masalah. Padahal itu menjadi musibah bagi kucing lantaran sulit mendapatkan pakan.

Kucing di tempat sampah seringkali menjadi sarang penyakit terutama dipenuhi belatung yang berasal dari lalat.

Menurutnya, banyak kucing liar ditemukan lebih mengenaskan seperti ekor putus, kaki membusuk, geraham patah, dan lainnya.

Jika kondisi parah kucing langsung dibawa ke kandang rehab untuk diobati. Pihaknya saat ini menampung sekira 60 ekor kucing liar di kandang rehab.

Tak jarang, dia dan para rekannya menemukan bangkai kucing mati lantaran kelaparan atau sakit.

“Kami sejauh ini banyak menemukan kucing yang flu namun kami bisa mengatasinya dengan memberikan doping vitamin. Andaikan luka sangat parah dan kami tak bisa menanganinya maka kami bawa ke dokter hewan,” jelasnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Semarang mampu membuat penampungan khusus kucing liar atau kucing liar. Tempat tersebut menurutnya dapat memberikan beberapa manfaat. Di antaranya dapat menjadi tempat wisata, adopsi, dan tempat berkumpulnya komunitas pencinta kucing.

“Kalau ada penampungan tersebut dapat memberikan solusi sekaligus manfaat bagi hewan liar,” imbuhnya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (22/4/2021)

Persib Vs Persija, Final Ideal Di Piala Menpora 2021