in

Salat Idul Adha di Desa Pucangrejo Hanya Diikuti Laki-Laki Dewasa

Rapat koordinasi antara Kades Pucangrejo dengan perwakilan Toga/Tomas, Linmas dan Ormas dalam menentukan Idul Adha di Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh.

 

HALO KENDAL – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H, Pemerintah Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal melakukan musyawarah dengan berbagai unsur, untuk menentukan titik-titik mana yang akan dilaksanakan salat Idul Adha tahun ini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto, usai melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan Takmir Masjid, Linmas, Ormas dan Banser yang ada di Desa Pucangrejo.

Menurutnya, dalam keputusan rapat, ada empat titik dalam pelaksanaan Salat Id. Yakni di tiga masjid dan satu musala.

“Di desa kami total ada tiga masjid dan 17 musala. Namun dalam pelaksanaan Salat Idul Adha, nanti ditetapkan hanya di tiga masjid dan satu musala saja,” kata Agus, Senin (19/7/2021).

Dalam pelaksanaan Salat Idul Adha, lanjutnya, pihaknya menerapkan prokes yang ketat. Semua tempat salat sebelum digunakan wajib dilakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu, semua jamaah diwajibkan cuci tangan di rumah dan setiap masjid atau lingkungan yang melaksanakan Salat Idul Adha disediakan oleh desa masker sebanyak dua box.

“Untuk Salat Id di tempat kami, hanya diikuti oleh laki-laki dewasa. Sedangkan untuk perempuan dan anak-anak tidak kami perbolehkan. Selain itu bagi yang sedang sakit dilarang mengikuti Salat Id,” terangnya.

Dijelaskan, dalam hal prokes, pihaknya juga bekerja sama dengan unsur Pemdes, takmir masjid, Banser dan juga Linmas. Semua sudah terbagi dalam tugasnya masing-masing.

“Ada yang menjaga pintu masuk, ada yang bagian mengatur jarak dalam shaf, ada juga yang selalu mengumumkan lewat pengeras suara tentang pentingnya prokes,” jelas Agus.

Ia juga melarang orang asing mengikuti Salat Id di semua masjid atau tempat yang ada di Desa Pucangrejo.

“Untuk masjid Baitul Muttaqien bila ada penunggu pasien atau pasien RS Baitul Hikmah juga dilarang mengikuti Salat Id di masjid atau musala desa kami,” tandasnya.

Saat ditanya titik mana saja tempat penyembelihan hewan kurban, dirinya belum bisa memberi jawaban. Hal itu dikarenakan masih dalam pembahasan dan diputuskan nanti malam.

Menurutnya, setiap masjid/musala/lingkungan RT/RW wajib melaporkan jumlah hewan kurban, tempat pelaksanaan penyembelihan, dan petugas yg melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

“Untuk titik tempat penyembelihan hewan kurban diputuskan nanti malam. Karena sesuai ketentuan dari Depag, penyembelihan dapat dilakukan sehari setelah Salat Id,” ungkapnya.

Selain itu, imbuh Agus, dalam hal pengamanan, pihaknya akan memakaikan ID card bagi seluruh panitia, yang menandakan mereka resmi yang bertugas.

“Panitia ini nanti selain melakukan penyembelihan, pencacahan, dan pembagian daging kurban, tugasnya juga mengatur agar dalam pelaksanaan penyembelihan tidak banyak kerumunan warga yang menonton,” pungkasnya.(HS)

Share This

Desa Mengepung Corona, Strategi Anyar Ganjar Melawan Varian Delta

Terminal Tipe A Mangkang Masih Sepi Penumpang