in

Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Dilakukan Dengan Pembatasan Ketat

Foto ilustrasi kurban.

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama Republik Indonesia merilis Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha 1442 H/ 2021 M dan pelaksanaan kurban di masa pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Mustain Ahmad mengungkapkan, keputusan tersebut diteken olah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tak lain untuk menekan perluasan kasus Covid-19 di Indonesia.

Ia menyebut, terdapat tiga poin di dalam surat edaran tersebut yang harus dipahami dan dilakukan oleh umat muslim di Hari Raya Idul Adha 1442 H/ 2021 M.

“Kegiatan Idul Adha hanya dilakukan di daerah yang aman kuning dan hijau, sementara oranye dan merah untuk beribadah di rumah,” kata Mustain kepada¬†halosemarang.id, Jumat (25/6/2021).

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha, ia menegaskan bahwa kegiatan takbiran hanya dapat diselenggarakan di masjid dan musala. Akan tetapi, dengan pembatasan yang ketat yaitu maksimal sepuluh persen dari kapasitas masjid atau musala. Adanya pembatasan tersebut, lanjutnya, umat muslim dapat memanfaatkan teknologi digital.

“Takbiran di daerah aman maksimal sepuluh persen dari kapasitas masjid atau musala. Agar menggunakan sarana-sarana teknologi dengan virtual. Di semua zona tidak diizinkan melakukan takbir keliling baik jalan kaki maupun menggunakan kendaraan,” tegasnya.

Adapun pelaksanaan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/ 2021 M, Mustain menjelaskan, dapat diselenggarakan di masjid maupun tempat terbuka. Kapasitas jamaah tidak lebih dari 50 persen pada zona hijau dan kuning atau disebut dengan zona aman.

“Hanya dilakukan di zona aman hijau dan kuning yang oranye dan merah tidak. Bisa dilakukan di tempat terbuka, di masjid tapi kapasitas 50 persen,” jelasnya.

Meskipun sudah ditegaskan dalam surat edaran, menurutnya, diperlukan adanya pengawasan untuk memastikan protokol kesehatan. Selain itu, ia meminta pengurus masjid dapat melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

“Memastikan ada petugas yang mengawasi penerapan protokol kesehatan seperti mengukur suhu, mengingatkan kalau ada yang berkerumun, mengingatkan kalau ada yang maskernya turun,” ujar Mustain.

“Jamaah dipastikan tidak ada orang tua atau lanjut usia. Dan orang yang baru sembuh dari sakit serta yang sedang dalam perjalanan,” tambahnya.

Khotib dalam penyampaian khotbah Idul Adha dibatasi paling lama 15 menit dengan tetap menggunakan masker serta pelindung wajah (face shield).

Sementara itu, ketika waktu penyembelihan hewan kurban, Mustain menerangkan, dilaksanakan di rumah pemotongan hewan (RPH). Hal ini dilakukan, guna menghindari adanya kerumunan.

“Penyembelihan hewan qurban dianjurkan di rumah pemotongan hewan (RPH) resmi. Kalau RPH tidak cukup maka penyembelihan dapat dilakukan oleh panitia, pelaksanaan di ruang tertutup,” terangnya.

Sedangkan saat proses pendistribusian daging kurban, katanya, untuk menghindar dari kerumunan, panitia kurban melakukan pembagian langsung kepada penerima di rumah masing-masing.

“Tidak ada pembagian daging qurban dengan cara mengumpulkan orang, hendaknya diberikan oleh panitia ke para rumah-rumah penerima,” tutup Mustain.(HS)

Share This

Rob Makin Parah, Kaligawe Tergenang

Kapolda Jateng Resmikan Pembangunan Rusun Asrama Brimob Srondol