Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Saat Terjaring Razia, Waria Ini Pasrah Dibawa Petugas Satpol PP

Petugas Satpol PP mendata pekerja seks yang terjaring razia pada Jumat (6/9/2019) malam.

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 20 pekerja seks terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Jumat (6/9/2019) malam.

Operasi pekat tersebut digelar mulai pukul 20.00, dengan sasaran beberapa lokasi yang biasa dijadikan para PSK tersebut menjajakan diri. Yakni Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung, Polder Tawang, Perempatan Jalan Hanoman, dan Karaoke Liar di dekat Jematan Tanggul Indah (TI).

Tak hanya pekerja seks perempuan, ada enam pekerja seks waria yang ikut diamankan oleh Satpol PP.

Salah satu waria yang ikut terjaring tak bisa mengelak dari sergapan petugas karena katahuan sedang “mangkal” di dekat Jematan Tanggul Indah (TI). Meski mengaku sempat hendak kabur, dia terpaksa pasrah karena takut memperoleh masalah yang lebih besar.

“Pasrah saja. Tadi mau sempat lari tapi gak berani,” kata waria yang enggan menyebut namanya ini.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, razia kali ini melibatkan tim macan Satpol PP. Di mana dalam razia tersebut pihaknya berhasil mengamankan 20 pekerja seks yang terdiri dari 14 PSK perempuan dan enam orang waria.

“Kami bagi tim, ada yang menggunakan sepeda motor beberapa personel sehingga para PSK yang tengah menjajakan diri tidak sempat kabur. Langsung kami amankan dengan menggunakan truk untuk didata di kantor,” katanya.

Sementara itu, saat dilakukan penertiban di karaoke liar jembatan TI, sempat terjadi adu mulut antara target operasi dengan anggota.

Beberapa pekerja seks enggan diamankan petugas karena mengaku tidak menawarkan diri dan sedang “off” bekerja.

“Sempat ada sedikit adu mulut karena yang bersangkutan tidak mau didata. Sehingga kami lakukan tindakan tegas,” terang Fajar.

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, razia kali bertujuan untuk menjaga kondusifitas Kota Semarang dari para pekerja seks yang sering menjajakan diri di pinggir jalan.

“Untuk razia malam ini merupakan peringatan terakhir dari Satpol bagi mereka. Ke depan jika mereka tertangkap razia lagi akan langsung kami bawa ke Resos di Solo,” tegasnya.

Razia pekat tersebut, lanjut Fajar, juga sebagai bahan antisipasi adanya PSK baru. Apalagi saat ini Resos Argorejo (Sunan Kuning) akan ditutup.

“Untuk mengantisipasi adanya PSK Sunan Kuning yang menjajakan diri di pinggir jalan. Akan tetapi setelah kami data, kami tidak menemukan adanya pekerja seks yang berasal dari Resos Argorejo,” ungkapnya.

Sementara dari pendataan yang dilakukan kata Fajar, sebagian besar dari mereka merupakan pendatang dan sedikit yang berasal dari Kota Semarang.

“Sebagian besar dari mereka berasal dari daerah tetangga, bukan dari Kota Semarang. Jika dilihat dari pendataan tadi sepintas yang berasal dari Kota Semarang hanya beberapa saja,” imbuhnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang