in

Saat Tak Bisa Melaut, Nelayan Kendal Ini Memanfaatkan Keterampilan Membuat Boneka Dawangan

Suwardi, nelayan Kelurahan Bandengan, Kendal, yang mempunyai keterampilan membuat boneka dawangan.

HALO KENDAL – Mempunyai keterampilan membuat boneka ‘Dawangan’, membuat seorang nelayan di Kelurahan Bandengan, Kendal, Suwardi mendapat penghasilan sampingan di tengah kondisi ombak besar di laut yang memaksanya tak bisa mencari ikan. Dawangan, adalah jenis boneka biasa dimainkan dalam kesenian tradisional barongan.

Suwardi mengatakan, pekerjaan sebagai nelayan, saat ini kadang tidak menentu, karena tidak mesti bisa melaut setiap hari.

“Ya saat musim-musim tertentu, seperti ketika musim ombak besar, sebagai nelayan dengan perahu kecil seperti kami ini terpaksa tidak melaut,” ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Senin (19/9/2022).

Demikian pula, ketika tidak mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar yang kadang masih sulit didapat, atau terjadi kelangkaan BBM.

“Membuat boneka dawangan ini sebagai sampingan, karena nelayan kecil seperti saya ini, kadang tidak bisa melaut, karena tidak mendapat solar juga,” imbuhnya.

Suwardi mengaku, keterampilannya membuat boneka dawangan sudah dilakukan sebelum adanya pandemi. Namun sempat berhenti selama dua tahun, saat masa rawan Covid-19. Pascapandemi mereda, dirinya mulai menekuni kembali usaha membuat boneka dawangan, karena sudah ada yang mulai pesan.

“Sebenarnya sudah lama saya menerima pesanan boneka dawangan. Tapi sempat berhenti ketika ada pandemi,” ungkap Suwardi.

Untuk bahan pembuatan boneka Dawangan, selain kayu dan cat bermacam warna, juga ada bahan untuk rambut palsu. Harga yang dibanderol mulai Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, hingga Rp 1 juta, tergantung besar kecilnya boneka dawangan yang dibuat.

Bahkan dirinya juga menerima pembuatan ragangan badan dawangan dari bambu. Bagi pemesan, ada tambahan biaya Rp 100 ribu.

Sementara, untuk para pemesanan, Suwardi mengaku baru menerima pesanan di wilayah Kabupaten Kendal. “Untuk satu pesanan boneka dawangan, bisa dikerjakan dua sampai tiga hari sudah jadi. Saat ini ada beberapa pesanan, lumayan lah untuk menutup kebutuhan hidup ketika tidak melaut,” pungkasnya.(HS)

Wali Kota Semarang Sidak MPP Untuk Pastikan Kesiapan Pelayanan Publik

Cerita Ganjar Turun Di Tol Ikut Matikan Api, Tanggapi Soal Kecelakaan Di Pemalang